Mengetahui Tentang Ikan Pesut Mahakam

Mengetahui Tentang Ikan Pesut Mahakam

Mengetahui Tentang Ikan Pesut Mahakam – Hewan ini merupakan salah satu Mamalia air tawar yang sekarang banyak orang yang tidak lagi mengenalnya. Pesut hampir sama dengan dengan hewan mamalia laut yaitu Lumba-lumba. Yang membedakan hanya pesut hidup di aliran sungai sedangkan lumba-lumba di air laut. Namun ada juga jenis lumba-lumba air tawar, namun bukan berasal dari Indonesia.

Pesut ini ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha). Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha). Pesut mahakam (Orcaella brevirostris).

Tidak mengherankan, karena kini populasi pesut Mahakam di habitatnya di Sungai Mahakam diperkirakan tak lebih dari 70 ekor saja dan makin hari makin sulit ditemui. Sebuah angka yang sangat kecil dan mengkhawatirkan.

Baca Artikel Lainnya : Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental

Mengingat konon dulunya mamalia air unik ini mudah ditemukan di muara-muara sungai. Bisa jadi, inilah mamalia air paling langka dan paling terancam di negeri ini. Ukuran tubuh pesut mahakam dewasa bisa mencapai panjang hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg.

Tubuh pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat. Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Mamalia ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya.

Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Pesut mahakam, yang juga kadang disebut lumba-lumba air tawar, hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kaltim dan inilah sebabnya pesut mahakam ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Kaltim.

Berbeda dengan lumba-lumba dan paus, pesut hidup di air tawar. Yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis. Berkurangnya populasi pesut mahakam dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya akibat jaring insang yang dipasang oleh nelayan, rusaknya perairan sebagai habitat ikan ini akibat penambangan dan limbah yang merusak kualitas air yang ada di sungai.

Anggrek Hitam

 

 

 

 

 

 

 

 

Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Utara

Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Utara – Anggrek hitam adalah salah satu spesies anggrek yang dilindungi di Indonesia karena terancam kepunahan di habitat aslinya. Anggrek hitam yang dalam bahasa latin disebut (Coelogyne pandurata) merupakan flora identitas (maskot) propinsi Kalimantan Timur.

Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar). Semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena menyusutnya luas hutan. Dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata).

Sebagaimana namanya, mempunyai ciri khas pada bunganya yang memiliki lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”.

Meskipun Anggrek hitam identik dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini. Selain di hutan liar Kalimantan juga tumbuh liar di Sumatera. Semenanjung Malaya dan Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.

Anggrek Hitam Liar yang Makin Kelam. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitatnya yang liar semakin hari semakin langka. Meskipun menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 anggrek ini dilindungi dan dilarang diperdagangkan bebas (kecuali hasil penangkaran).

Namun perburuan yang dilakukan untuk mengambil dan menjual jenis anggrek ini ke kolektor anggrek tidak kunjung mereda. Selain itu, mulai beralihnya fungsi hutan untuk perkebunan dan pemukiman serta terjadinya kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun.

Semakin membuat populasi Anggrek hitam di alam liar semakin terancam kepunahan. Mungkin para pecinta dan kolektor anggrek sebelum membeli Anggrek hitam musti teliti, apakah anggrek hitam yang dibeli itu hasil penangkaran atau hasil perburuan dari alam liar.

Meskipun banyak pecinta anggrek yang mengoleksi Anggrek hitam, tetapi kepunahan spesies ini di alam bebas tetap merupakan kerugian yang besar bagi biodeversity Indonesia. Jangan sampai para pecinta anggrek justru menjadi penyebab utama kepunahan Anggrek hitam di alam liar.

Pesut Mahakam Fauna Khas Kalimantan Utara

Pesut Mahakam

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) bisa jadi merupakan mamalia air paling langka di Indonesia. Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja. Pun Pesut Mahakam yang merupakan sub-populasi Orcaella brevirostris hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur saja.

Sehingga tidak mengherankan jika kemudian Pesut Mahakam. Ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Kalimantan Timur. Pesut merupakan mamalia air yang unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut (Orcaella brevirostris) hidup di air tawar.

Yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis. Pesut Mahakam adalah salah satu sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris). Selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar), sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam).

Sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina). Pesut yang termasuk salah satu satwa dilindungi di Indonesia ini. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Irrawaddy Dolphin atau Dolphin Snubfin.

Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Timur

Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Timur Dan Kalimantan Utara

Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Timur – Flora dan fauna khas Kalimantan timur dan utara merupakan flora dan fauna khusus yang ditetapkan menjadi identitas Provinsi Kalimantan timur dan utara. Berikut ini akan kita rangkum fauna dan flora yang merupakan khas Kalimantan timur dan utara , antara lain :

Fauna Khas Kalimantan Utara & Kalimantan Timur

Pesut Mahakam - Flora Dan Fauna Khas Kalimantan Timur

 

Pesut Mahakam merupakan Fauna Khas Kalimantan Utara. Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja. Pun Pesut Mahakam yang merupakan sub-populasi Orcaella brevirostris hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur saja.

Sehingga tidak mengherankan jika kemudian Pesut Mahakam ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Kalimantan Timur. Pesut merupakan mamalia air yang unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus.

Pesut (Orcaella brevirostris) hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis. Pesut Mahakam adalah salah satu sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris) selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar).

Sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina). Pesut yang termasuk salah satu satwa dilindungi di Indonesia ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Irrawaddy Dolphin atau Dolphin Snubfin.

Ciri – ciri dari fauna khas Kalimantan Utara ini antara lain , Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat.

Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan.

Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar. Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya.

Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Baca Artikel Lainnya : Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris sub-populasi sungai Mahakam) hidup di sungai Mahakam pada daerah sekitar 180 km dari muara sungai hingga 600 km dari daerah hulu. Lokasi yang diduga didiami mamalia air tawar ini. Antara lain Kedang Kepala, Kedang Rantau, Belayan, Kedang Pahu, dan anak sungai Ratah, serta sebagai danau Semayang dan Melintang (Kreb 1999, 2004).

Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam.

Maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia.

Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi. Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Pesut Mahakam memang benar-benar unik. Mamalia air yang hidup di air tawar dengan habitat dan persebarannya yang terpisah-pisah di beberapa tempat yang salah satunya di Kalimantan, Indonesia. Namun Pesut Mahakam juga satwa dengan ancaman kepunahan tertinggi dengan populasi yang tidak lebih dari 70 ekor saja. Anugerah dan keunikan yang hanya akan disia-siakan oleh bangsa yang bodoh, tentunya.

Flora Khas Kalimantan Utara & Kalimantan Timur

Anggrek Hitam

Anggrek Hitam merupakan flora khas Kalimantan Utara. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar) semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena menyusutnya luas hutan dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek.

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), sebagaimana namanya, mempunyai ciri khas pada bunganya yang memiliki lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”.

Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”. Meskipun Anggrek hitam identik dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini selain di hutan liar Kalimantan juga tumbuh liar di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.

Ciri khas anggrek hitam lainnya yang membedakan dengan jenis anggrek lainnya adalah mengeluarkan bau semerbak. Biasanya tanaman itu mekar pada Maret sampai Juni. Anggrek hitam sebagaimana anggrek pada umumnya, tumbuh menumpang pada tumbuhan lain (epifit).

Biasanya anggrek langka ini menempel pada pohon tua yang hidup di daerah pantai atau rawa. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) tumbuh di tempat teduh. Umumnya jenis anggrek yang menjadi fauna identitas Kalimantan Timur ini tumbuh di dataran rendah pada pohon-pohon tua.

Baca Artikel Lainnya : Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental

Di dekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas dan dekat sungai-sungai di hutan basah. Tanaman yang epifit (hidup menumpang di tumbuhan lain) ini berkembang biak dengan dengan biji. Namun Anggrek hitam juga dapat dikembangbiakkan dengan cara memisahkan umbi semunya.

Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitatnya yang liar semakin hari semakin langka. Meskipun menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 anggrek ini dilindungi dan dilarang diperdagangkan bebas (kecuali hasil penangkaran).

Namun perburuan yang dilakukan untuk mengambil dan menjual jenis anggrek ini ke kolektor anggrek tidak kunjung mereda. Selain itu, mulai beralihnya fungsi hutan untuk perkebunan dan pemukiman serta terjadinya kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun.

Semakin membuat populasi Anggrek hitam di alam liar semakin terancam kepunahan. Mungkin para pecinta dan kolektor anggrek sebelum membeli Anggrek hitam musti teliti. Apakah anggrek hitam yang dibeli itu hasil penangkaran atau hasil perburuan dari alam liar.

Meskipun banyak pecinta anggrek yang mengoleksi Anggrek hitam, tetapi kepunahan spesies ini di alam bebas tetap merupakan kerugian yang besar bagi biodeversity Indonesia. Jangan sampai para pecinta anggrek justru menjadi penyebab utama kepunahan Anggrek hitam di alam liar.

Fauna Yang Harus Dilindungi

 

Fauna Yang Harus Dilindungi

Fauna Yang Harus Dilindungi – Fauna yang ada di Indonesia hampir terancam punah. Itu diakibatkan oleh bencana alam, atau ulah manusia yang memanfaatkan fauna untuk kepuasaan hidup mereka.

Banyak fauna yang sering dijadikan lauk pauk , maupun dijadikan cindera mata. Maka dari itu banyak sekali fauna di Indonesia yang membutuhkan perlindungan agar manusia yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan fauna sebagai kepentingannya sendiri.

Berikut merupakan daftar fauna di Indonesia yang harus dilindungi :

  • Jalak Bali – Jalak Bali (Leucopsar Rostchildi) burung eksotik dari bali ini juga dikenal dengan nama Bali Starling saat ini sudah menjadi salah satu  satwa yang dilindungi di Indonesia karena populasinya yang hampir punah.
  • Celepuk Siau – Celepuk siau (Otus Siaoensis) , menurut survey dari Birdlife tahun 2000 bahwa populasi dari hewan ini juga sangat kritis dan perlu dilakukan konservasi untuk melindunginya.
  • Elang Flores – Elang Flores (Nisaetus Florid) atau yang juga dikenal dengan flores hawk eagle ini merupakan burung endemic dari pulau flores dan beberapa pulau disekitarnya. Saat ini populasinya hanya berkisar 150 hingga 300 ekor saja.
  • Rusa Bawean – Rusa Bawean (Axis Kuhlii) hanya terdapat di daerah bawean jawa timur. Populasi rusa bawean ini hanya berkisar pada 250 hingga 300 ekor. Selain diburu Rusa bawean ini juga dijadikan bahan perdagangan gelap.

Baca Artikel Lainnya : Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

  • Tokhtor Sumatera – Hewan unik ini hanya ada di daerah sumatera saja. dan saat ini populasinya sangat memprihatinkan karena hanya berjumlah sebesar tidak lebih dari 400 ekor saja.
  • Katak Merah – Katak merah hanya bisa ditemukan di gunung salak dan gunung gede pangrao jawa barat. Bahkan populasinya ini tidak diketahui berapa ekor dan sangat memprihatinkan. Katak merah memiliki tubuh yang unik dan bewarna merah bertutul hijau , biru bahkan putih. Kombinasi warna ini sangat indah hingga mendapatkan nilai jual yang sangat mahal.
  • Tarsius Siau – Tasius siau sudah berada pada titik hampir punah kelangsungan hidupnya dengan populasi sebesar 1.300 ekor saja pada tahun 2009.
  • Beruk Mentawai – Beruk mentawai sejenis kera ini hanya ada di daerah mentawai pulau Sumatera. Akibat eksploitasi hutan sebagai tempat tinggal mereka kini populasi beruk mentawai sudah sangat mengkhawatirkan berkisar pada 2.700 hingga 3.400 saja.
  • Gajah Sumatera – Gajah sumatera sudah banyak diburu oleh manusia karena diambil gadingnya yang kemudian dijual dengan harga mahal. Populasi fauna ini sudah sangat memprihatinkan.
  • Orang utan Sumatera – Orang utan Sumatera merupakan hewan endemik dari pulau Sumatera yang bertempat tinggal di hutan. Karena terjadi perusakan hutan membuat orang utan Sumatera terkikis jumlahnya berkisar pada 6000 ekor saja pada tahun 2007.
  • Simakobu – Simakobu menurut survey yang dilakukan oleh IUCN , populasinya tidak lebih dari 7500 ekor saja dan perlu dilindungi.

Baca Artikel Lainnya :Kera Hitam Sulawesi

  • Kura – Kura Hutan Sulawesi – Kura-kura hutan Sulawesi merupakan hewan khas dari pulau sulawesi. Hewan ini bahkan terdaftar menjadi salah satu kura – kura yang paling indah di dunia. Saat ini diperkirakan populasinya hanya berkisar pada angka 250 ekor saja.
  • Macan Tutul Jawa – Macan tutul Jawa ada di pulau jawa saja dan saat ini dengan kepadatan pulau Jawa membuat hewan yang satu ini kritis dan biasanya hanya terdapat di daerah gunung yang masih memiliki banyak hutan saja. Menurut survey dari IUCN tahun 2008 mendaftar bahwa populasi macan tutul jawa hanya berkisar pada angka 250 ekor saja.
  • Badak Sumatera – adak Sumatera hewan yang merupakan ikon dari pulau Sumatera ini. Badak Sumatera memiliki dua cula , dan cula inilah yang menjadi incaran para pemburu untuk diperjual belikan di pasar gelap.
  • Pesut Mahakam – Pesut mahakam terdapat di sungai mahakam Kalimantan dan jumlahnya sangat kritis diperkirakan hanya tersisa kurang dari 100 ekor. Ikan ini sangat unik karena hidup di air tawar sedangkan biasanya hidup di air asin. Karena memiliki keunikan ini sehingga banyak para pemburu yang mengincar ikan ini.
  • Kanguru Pohon – Kanguru pohon merupakan hewan endemik dari pulau papua dan jumlahnya hanya 50 ekor saja. Jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan sehingga hidupnya harus dilindungi.
  • Badak Jawa – Badak jawa atau badak bercula satu hanya ada di suaka marga satwa ujung kulon provinsi banten. Jumlahnya sangat kritis hanya berkisar 35 hingga 45 eko saja. Penjagaan badak jawa ini diketatkan karena sudah sangat hampir punah.