Daftar Flora Fauna

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) – Macam macam Tanaman Tumbuhan Paku-Pakuan di Indonesia sangatlah banyak jenisnya. Jenis tumbuhan paku-pakuan ini sangatlah sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Tumbuhan ini memiliki daun sejati, akar, batang yang bereproduksi aseksual dengan spora. Sehingga tanaman paku ini disebut dengan kormofitaberspora atau tumbuhan vaskuler tak berbiji.

Baca juga :Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku – pakuan hidup di hampir semua dunia. Dari wilayah lembab, di pinggiran tebing, air, gunung berapi kecuali didaerah gurun dan daerah bersalju. tumbuhan paku-pakuan ini memiliki istilah lainyaitu Pteridophyta yakni sekelompok tumbuhan yang memiliki system pembuluh sejati. Alih-alih biji, tumbuhan ini melepaskan spora untuk penyebarluasan dan perkembangbiakannya, seperti lumut dan jamur.

Sebagai tumbuhan tingkat rendah, tanaman satu ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan tumbuhan lumut. Karena tanaman paku ini memiliki sitem pembuluh yang terdiri dari xylem dan floem, memiliki akar sejati, hidup bebas dan berumur panjang. berikut ada macam-macam tumbuhan paku yang hidup di dunia ini.

1. Paku Purba (Psilopsida)

Sebagian jenis paku purba telah banyak yang punah. Pakru purba merupakan paku telanjang, dikatakan telanjang karena jenis paku ini tidak memiliki daun atau daun kecil. Paku ini dahulu sering ditemukan dan hidup dizaman purba dalam bentuk fosil.

Ciri-ciri

a. Homosfor
b. umumnya mikrofil dan batang berklorofil
c. tidak memiliki akar daun sejati
d. hidup di daerah tropis dan subtropis
e. diperkirakan saat ini tinggal 10 sampai 13 jenis
f. merupakan tumbuhan paku yang paling sederhana
g. sporagium terletak diketiak daun desebut sinangium

2. Paku Sarang

Paku sarang atau paku sarang burung mempunyai nama ilmiah (Asplenium nidus), merupakan tumbuhan paku yang populer sebagai tanaman hias. Paku sarang tumbuh tersebar diseluruh kawasan yang diamati mulai 1.060 – 1.240 mdpl. Tumbuh epifit dibatang pohon yang telah ditebang sampai ranting pohon besar. paku jenis ini sering dijumpai menumpang dengan pohon lain dan menyukai daerah yang agak lembab dan tahan terhadap matahari langsung.

Ciri- ciri

1. memiliki daun tunggal
2. batang yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat
3. mempunyai akar rimpang yang kokoh
4. memiliki tajuk yang besar dan entalnya mencapai panjang 150 cm

3. Paku Ekor Kuda

Spesies jenis paku ini saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies saja, Sphenopsida tumbuh pada tepian sungai yang lembab dan ada didaaerah subtropis dibelahan bumi utara. Sphenopsida yang disebut dengan paku ekor kuda (horsetail) disebut dengan paku ekor kuda karna memiliki percabangan batang yang khas yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda. Paku ekor kuda biasanya sering tumbuh didaerah berpasir. Sporofitnya berdaun kecil (mikrofil) atau berbentuk sisik, dan warnanya aga transparan dan tersusun melingkar pada batang.

Ciri-ciri

1. Kebanyakan tumbuh pada tepian sungai dan daerah subtropis dibelahan bumi utara.
2. Memiliki tinggi sekitar 1 m hingga tertinggi mencapai 4,5 m
3. Memiliki percabangan batang yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda
4. Sporofit berdaun kecil (mikrofil) dengan berbentuk sisik yang mengandung silika
5. Memiliki warna agak transparan dan terususun melingkar pada batang.
6. Struktur batang yang berongga dan beruas-ruas
7. Memiliki akar, batang dan daun sejati.
8. Sporangium terdapat pada strobilus yang menghasilkan satu jenis spora.

4. Paku Kawat

Lycopsida (paku kawat/paku rambut) disebut juga dengan club moss (lumut ganda) atau ground pine (pinus tanah), namun yang sebernanya bukan merupakan lumut atau pinus. Lycopsida diperkirakan sudah ada pada masa Devonian, dan tumbuh melimpah pada masa karboniferus. Lycopsida pada masa tersebut telah menjadi fosil atau endapan batubara. Pada masa karboniferus lycopsida memiliki ukuran yang besar sekitar 3 m yang hidup dirawa-rawa selama jutaan tahun, namun punah ketika rawa-rawa mengering. Adapun lycopsida yang masih bertahan pada saat ini, namun memiliki ukuran kecil yang banyak tumbuh di daerah tropis, tanah, epifit di kulit pohon, tetapi tidak bersifat parasit.

Di indonesia terdapat dua spesies yaitu Lycopodium cernuum dan Lycopodium clavatum. Tumbuhan ini disebut paku kawat karena strukturnya yang mirip kawat. Bentuk jenis paku Lycopodium cernuum memiliki bentuk unik dan biasa dijadikan tanaman hias dan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan rangkaian bunga. sedangkan jenis spesies Lycopodium clavatum digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pil.

Ciri-ciri

1. Batang berbentuk seperti kawat dan struktur berbenduk gada
2. Ujung batang tersusun sporofil
3. Memiliki akar, batang dan daun sejati
4. Tumbuh didaerah tropis
5. Menghasilkan satu jenis spora (homospora) dan dua jenis spora (heterospora).
6. Gametofit berukuran kecil dan tidak berkrolofil.
7. Gametofit menghasilkan dua jenis alat kelamin (biseksual), dan satu jenis alat kelamin (uniseksual).

5. Paku Sejati

Pteropsida (paku sejati) memiliki jumlah spesies sekitar 12.000. Pteropsida (paku sejati) atau pakis adalah kelompok yang sering kita temukan di berbagai habitat khususnya pada tempat yang lembap. Pteropsida hidup di tanah, air, dan epifit pada pohon. Pteropsida yang hidup dihutan tropis memiliki variasi jenis, namun ada juga yang dapat ditemukan di daerah beriklim sedang yaitu subtropis. Paku sejati merupakan kelompok tumbuhan paku lainnya yang sering kita jumpai karena dijadikan tanaman hias. Tumbuhan paku ini mempunyai daun yang berukuran besar duduk dengan bentuk daunnya menyirip. Dalam kehidupan sehari hari, paku jenis ini sering disebut pakis yang sebenarnya. Paku ini tumbuh di tempat-tempat lembab dan teduh.

Ciri-ciri

1. Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
2. Kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis
3. Dapat ditemukan di habitat yang lembab dan Hidup di tanah, di air, atau epifit di pohon.
4. Memiliki ukuran batang yang bervariasi
5. Batang berada dibawah permukaan tanah (rizom).
6. Daun paku sejati memiliki ukuran yang besar dibanding dengan kelompok paku yang lainnya.
7. Pada umumnya, daun paku sejati memiliki ukuran yang besar (makrofil) yang terbagi menjadi lembaran dengan tulang daun yang bercabang-cabang.
8. Daun yang masih mudah akan menggulung (circinate)
9. Sporangium terkumpul dalam sorul yang berada dibawah permukaan daun.
10. Gametofit bersifat biseksual dan uniseksual.
11. Gametofit memiliki klorofil dengan ukuran yang bervariasi.

Inilah 5 Perbedaan Antara Kucing Anggora

Inilah 5 Perbedaan Antara Kucing Anggora

Inilah 5 Perbedaan Antara Kucing Anggora – Sudah tidak asing lagi di telinga kalian jika mendengar tentang jenis kucing anggora maupun kucing persia. Jenis kucing ini merupakan jenis yang paling populer dikalangan para pecinta kucing di Indonesia. Kucing ini dikenal memiliki sifat yang menggemaskan dan lucu sehingga jenis ini banyak dijadikan hewan peliharaan masyarakat di Indonesia.

Baca juga : Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental

Ciri khas dari jenis kucing ini yaitu memiliki bulu panjang dan mata yang indah. Selain ciri tersebut, tentu saja masih banyak lagi perbedaan antara keduanya,masing-masing kucing ini memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Cukup mudah untuk membedakan antara jenis kucing persia dan anggora, karena keduanya mempunyai perbedaan yang spesifik. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan mengenai perbedaan kucing persia dan anggora yang akan dibahas pada postingan kali ini.

Perbedaan-perbedaan pada jenis kucing anggora dan persia ini terkait dengan Ras, bentuk tubuh, bentuk wajah, kepribadian dan sifat yang dimiliki masing-masing jenis kucing ini. Untuk mengetahui lebih detail perbedaan antara kedua ras tersebut, mari kita bahas satu persatu apa sajakah perbedaanya…

1. Perbedaan Ras

Kucing anggora adalah salah satu ras kucing alami yang sangat tua dan cukup langka. Ras anggora berasal dari Angora (Ankara) di Turki. Kucing anggora berbadan sedang dengan bulu panjang, badan langsing dan ramping. Sedangkan Kucing persia merupakan ras kucing tertua lainnya selain turkish anggora. Sama denagn kucing anggora, kucing persia pun memiliki bulu panjang (longhair breed). Namun ciri khas kucing ini memiliki hidung yang pesek, dan berdasarkan golongannya di bedakan atas beberapa tipe, antara lain: Peaknose, Persian medium, Persian flatnose. Kucing persia memiliki bentuk kaki pendek dan kuat.

2. Bentuk Tubuh

Perbedaan mendasar dari kedua jenis kucing ini adalah ada pada bentuh tubuhnya. bentuk tubuh kucing Anggora lebih ramping dan langsing, dengan ukuran sedang dan tidak memanjang. Kucing ini memiliki bobot yang ringan, meskipun begitu tulang-tulang kucing anggora tidak terlihat menonjol. Sedangnkan pada kucing persia mempunyai bentuk tubuh yang gemuk,memiliki kaki pendek,dan memiliki bentuk hidung yang pesek.

3. Bentuk Wajah

Cara termudah untuk menilai segala sesuatu pasti dari tampilan ataupun dari wajah. Hal tersebut juga berlaku untuk membedakan kedua jenis kucing ini. Bentuk wajah yang dari kedua jenis kucing ini sangat mudah untuk dipahami. Pada kucing anggora memiliki bentuk wajah segitiga. Bentuk wajah tersebut seperti bentuk wajah kucing kampung/domestik yang sering kita jumpai. Jarak telinga kucing anggora dari telinga satu ke telinga sebelahnya berdekatan. Memiliki hidung mancung dan mata yang berwarna boru dan kenung-kuningan. Sedangkan pada jenis kucing Persia mempunyai bentuk wajah bulat, warna mata yang bervariasi menyesuaikan warna bulu dan bentuk hidung pesek, jika di amati dari samping, bagian wajah nya terlihat datar.

4. Kepribadian

Kucing Anggora merupakan kucing yang aktif, suka bermain dan memiliki emosi yang kurang stabil. Kucing ini gampang marah saat merasa terganggu dan tidak dipegang-pegang terlalu lama. Kucing jenis memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan mudah untuk diajari. Dengan tubuhnya yang langsing kucing jenis ini jika berjalan mirip dengan model ketika jalan d catwalk. Berbeda dengan kucing persia yang memiliki sift manja, pendiam dan tenang dan memiliki rasa keingintahuan yang kurang

5. Aktivitas

Kucing anggora memiliki sifat yang sangat aktif, mereka suka sekali bermain dan berlari-lari. Sedangkan kucing persia lebih sulit untuk diajak bermain, lebih banyak diam dan manja sekali dengan majikannya. Mungkin pengaruh tubuh yang dimiliki kucing persia yang cukup besar di bandingkan kucing anggora yang bertubuh langsing.

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku – Tumbuhan paku atau paku-pakuan juga sering disebut dengan pakis-pakisan adalah sekelompok tumbuhan dengan pembuluh sejati tapi tak menghasilkan biji untuk berreproduksi.

Baca juga : Ciri Flora Asiatis dan Australis Di Indonesia Serta Contohnya

Tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebaran luasan menyerupaik kelompok organisme seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar luas diseluruh bagian dunia kecuali daerah bersalju abadi dan lautan, tumbuhan ini cenderung sering ditemukan didaerah yang tidak subur untuk pertanian. Total dari spesies ini sekitar 12.000 sampai lebih.

Ciri-ciri tumbuhan paku

Bentuk luar dari tumbuhan ini bermacam-macam sesuai dengan hasil evolusi adaptinya, namun dibawah ini merupakan ciri-ciri umum yang dimiliki oleh tumbuhan paku.

1. Daun yang tumbuh berasal dari tunas secara gulungan dan melingkar pada ujungnya.
2. Penampilan luar paku ada yang berupa pohon (biasanya tidak bercabang), semak, epifit,tumbuhan merambat, mengapung di air, hidrofit.
3. Organ fotosintetik dan reproduksi paku disebut dengan ental
4. Memiliki akar, batang, daun sejati (cormophyta)
5. Akar tumbuhan paku bersifat seperti serabut
6. Batang tumbuhan ini umumnya tidak terlihat, karena biasanya akar pada tumbuhan paku terbenam dalam tanah.
7. Tidak memiliki biji untuk berkembang biak
8. Memiliki tinggi yang bervariasi mulai dari tinggi 2 cm hingga 6 m.
9. Memiliki 2 siklus generasi, yaitu generasi sporofit dan gametofit
10. Cara hidup tanaman paku-pakuan secara epifit dan sporofit

Penggolongan terhadapa tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas dengan cakupan menyempit, antara lain:

1. Psilotopsida (mencakup bangsa Psilotaless dan ophioglossales), sekitar 92 spesies
2. Equisetopsida (paku ekor kuda dan termasuk kerabatnya yang sudah punah), dengan sekitar 15 spesies yang masih bertahan di bumi
3. Marattiopsida, sekitar 150 spesies
4. Polypodiopsida (mencakup seluruh paku leptosporangiataea), lebih dari 9000 spesies.

Pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia terbatas. Kebanyakan menjadi tanaman hias, sebagian kecil dimakan, sebagai tumbuhan obat, atau bahan baku untuk alat bantu kegiatan sehari-hari.

Demikian penjelasan yang telah kami berikan kepada kalian seputar Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk kalian. Terima Kasih : )

Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental

Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental

Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental – Fauna oriental adalah jenis fauna yang wilayah sebarannya meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat. Wilayah fauna Oriental meliputi Benua Asia beserta pulau-pulau disekitarnya meliputi Srilangka, Filipina dan wilayah fauna Indonesia bagian barat dan tengah yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi.

Baca juga : 5 Hewan Peliharaan yang Paling Banyak di Pelihara di Indonesia

Kondisi lingkungan fisik wilayah Oriental cukup bervariasi, sebagian besar beriklim tropis sehingga banyak terdapat hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna. Beberapa fauna khas yang hidup di wilayah Oriental antara lain :

  • Harimau, gajah, gibbon, orang utan, bekantan, monyet, badak bercula satu, menjangan, antelop, tapir, babi rusa.
  • Terdapat beberapa fauna endemik yang hanya hidup di daerah tertentu, misalnya anoa di Sulawesi dan komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Ciri ciri Fauna Oriental

  • Hewan-hewan yang berada di wilayah bagian barat Indonesia (oriental) meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimanta, serta pulau-pulau disekitarnya memiliki ciri-ciri hewan sebagai berikut.
  • Banyak terdapat spesies mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, harimau, banteng, badak, dan sedikit mamalia berkantung bahkan hampir tidak ada.
  • Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan merupakan pulau yang paling kaya akan spesies jenis-jenis primata. terdapat empat jenis primata, yaitu bekantan, tarsius, loris hantu, orang utan.
  • Terdapat hewan endemik

– Badak bercula satu di Ujung Kulon
– Binturong (Arctictis binturong), hewan sebangsa beruang tapi kecil
– Monyet Presbytis thomasi
– Tarsius (Tarsius bancanus)

Jenis burung oriental memiliki warna yang menarik dibandingkan dnegan burung di daerah australis. Misal Jarak Bali, Elang jawa, Murai, Elang Putih, Ayam hutan dada merah dan sebagainya.

Demikian Penjelasan seputar Fauna Oriental yang bisa disampaikan, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Demikian artikel yang telah kami buat seputar Pengertian Dan Ciri Khas Fauna Oriental. Semoga artikel yang telah kami buat ini dapat bermanfaat untuk kalian. Terima Kasih 🙂

Ciri Flora Asiatis dan Australis Di Indonesia Serta Contohnya

Ciri Flora Asiatis Dan Australis

Ciri Flora Asiatis Dan Australis – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Flora asiatis dan flora australis. Flora dan fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi 3 bagian, antara lain : Daerah peralihan, Daerah asia, dan Pengaruh dari benua Australia.

Baca juga : Jenis-jenis Anggrek di Indonesia dan Cirinya

Hal itu karena wilayah Indonesia terdapat garis Wallance yang dibatasi asiatis dengan peralihan, sedangkan garis webe membatasi antara bagian peralihan dengan australis.

Nah teman, penjelasan lebih lanjut tentang flora asiatis akan dibahas pada uraian dibawah ini.

Ciri Ciri Flora Asiatis

Flora asiatis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

– Flora nya berupa hutan tropis dengan jenis tumbuhan meranti, kamper,keruing dan mahoni.
– Antara wilayah asiatis dengan wilayah peralihan dibatasi oleh garis WALLACE
– Tanaman jenis asiatis memiliki daun yang lebat

Jenis Flora Asiatis

1. Raflesia arnoldi

Padma raksasa dalam bahasa latin rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang terkenal karena ukuran bunga yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh dijaringan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tumbuhan ini tidak mampu berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis Bengkulu (sumatera) didekat sungai Manna,Lubuk tapi, kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan penemuan tumbuhan ini Bengkulu dikenal oleh dunia dengan sebutan The Land of Rafflessia.

2. Anggrek

Bunga anggrek mempunyai nama latin Orchidaceae, yang merupakan salah satu jenis bunga dengan spesies terbanyak di Indonesia. Habitat bunga anggrek banyak tersebar didaerah tropika, namun terdapat juga didaerah sirkumpolar sampai kewilayah tropika basah.

3. Bunga Bangkai

Bunga bangkai atau suweg (dalam bahasa lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin Amorphophallus titanum Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis tals-talasan endemik dari sumatra, yang dikenal dengan bunga majemuk terbesar. Dinamakan bunga bangkai karena bunag ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut sebenarkan digunakan untuk menarik serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.

Ciri-ciri Flora Australis

Berikut ciri-ciri flora pada daerah australis

– Terletak di dangkalan sahul dan meliputi wilayah papua dan maluku
– Flora australis merupakan hutan topis dengan tumbuhan berbeda seperti nipah, sagu, dan merbau
– Wilayah australis dan wilayah peralihan dibatasi oleh garis weber
– Memiliki daun paralel
– Tanaman memiliki daun yang panjang.

Jenis flora Australis

1. Matoa

Merupakan tanaman buah khas papus, tergolong pohon yang besar dengan tinggi rata-rata 18 meter. Tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering dengan lapisan tanah yang tebal. Memiliki daun majemuk beseling, bersirip genap, tangkai daun panjang sekitar 1 m, memiliki anak daun 4-13 dengan bentuk bundar memanjang dan bergerigi .

2. Cendana

Cendana merupakan pohon penghasil kayu cendan dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagi rempah remapah, bahan dupa, aromaterapi dan campuran parfum. Kayu cendana banyak ditemukan di Nusa tenggara Timur, khususnya di pulai timor, namun sekarang kayu jenis ini bisa juga kita temukan didaerah lain, seperti di pulau jawa maupun pulau sumatra.

3. Kayu Eboni

Kayu eboni merupakan kayu yang banyak tedapat di Sulawesi, termasuk jenis pohon penghasil kayu mahal dari suku eboni-ebonian. Dengan nama ilmiah Diospyros celebica, yakni diturunkan dari kata “celebes” (Sulawesi), dan merupakan tumbuhan endemik daerah itu. Pohon eboni memiliki batang lurus dan tegak dengan tinggi sampai dengan 40 m. Memiliki daun tunggal, tersusun berseling, berbentuk jorong memanjang, dengan ujung meruncing, permukaan atasnya mengkilap seperti kulit dan berwarna hijau tua, permukaan bawahnya berbulu dan berwarna hijau abu-abu.