Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup – Berdasarkan tujuan dan penjelasan di artikel sebelumnya, fungsi dari klasifikasi adalah mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup. Klasifikasi disusun dalam bentuk bertingkat berdasarkan banyak sedikitnya serta perbedaan yang ada pada makhluk hidup, dan juga tingkatan itu disebut dengan Takson.

Baca juga : Klasifikasi Makhluk Hidup Lima Kingdom

Tingkatan terkecil dari klasifikasi makhluk hidup adalah spesies, dan klasifikasi terbesar adalah Kingdom. Penjelasannya akan di uraikan berikut ini:

1. Kingdom

Kingdom adalah tinggkatan tertinggi dalam klasifikasi makhluk hidup. Pada awalnya makhluk hidup hanya dikelompokkan menjadi dua kingdom yaitu plantae dan animalia. Namun seiring dengan perkembangnya pengetahuan sekarang ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi enam kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia, dan virus.

2. Divisi Atau Filum

Pada tahap klasifikasi kedua adalah divisi atau filum, merupakan pembagian kelompok kelompok lebih kecil dari kingdom ke divisi/filum. Divisi merupakan sebutan untuk kelompok tumbuhan, dan filum sebutan untuk kelompok hewan.

3. Kelas

Tahap selanjutnya setelah pengklasifikasian divisi/filum adalh kelas. Dari setiap divisi/filum dipecah lagi menjadi kelompok kelompok kecil yang disebut dengan Kelas. Dasar dari pengelompokkannya menggunakan sifat atau ciri-ciri umum. Misalnya divisi spermatophyta begai menjadi dua kelas yaitu kelas dikotil dan kelas monokotil.

4. Ordo

Dari tahap pengklasifikasian kelas dipecahkan lagi untuk menjadi kelompok yang lebih kecil yang disebut dengan Ordo. Dasar dari pengelompokkan ordo ialah sifat maupun ciri khususnya, misalnya kelas monokotil dibedakan atas beberapa ordo, yaitu rumput-rumputan, rumput teki, jahe-jahean, bakung-bakungan dan pandan-pandanan.

5. Famili

Selanjutnya pada tahap pengklasifikasian famili di pecah lagi menjadi kelompok yang lebih kecil. misalnya pada ordo bakung-bakungan dipecah lagi menjadi famili lili-lilian dan amarilis.

6. Genus

Pengelompokkan selanjutnya setelah famili adalah pengklasifikasian genus. Yaitu setiap famili dapat dibedakan lagi menjadi kelompok kecil lainnya yang disebut dengan Genus. Anggota genus memiliki persamaan lebih banyak bila dibandingka dengan takson takson di atasnya. Misalnya famili lili-lilian terbagi lagi menjadi, genus lili, lidah buaya, dan bawang-bawangan.

7. Spesies

Spesies merupakan tingkatan takson terendah dalam klasifikasi. Spesies merupakan bentuk bagian pengelompokkan terkecil setelah genus. Dan setiap genus dapat memiliki beberapa spesies. Misalnya, genus allium mempunyai dua spesies yaitu bawang merah dan bawang putih.

Demikian artikel seputar klasifikasi makhluk hidup. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat untuk pembaca.

Klasifikasi Makhluk Hidup Lima Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup Lima Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup Lima Kingdom – Secara sederhana yang dimaksud dengan klasifikasi adalah pengelompokkan. Sebagai contoh keanekaragaman kucing, ada beragam jenis kucing yang ada di duna ini, seperti kucing domestik/lokal, anggora, persia dan masih banyak jenis lainnya atau jenis sayuran yang sangat beragam.

Baca juga : Pengertian, Ciri Hewan Mamalia Serta Pembagian Ordo nya

Dari contoh tersebut untuk memudahkan kita dalam memperlajari atau membedakan semua jenis makhluk hidup maka dibutuhkan suatu sistem klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unti tertentu berdasarkan persamaan atau perbedaan cirinya. Tujuan dari klasifikasi ini ialah memudahkan kita dalam mengenal , mengetahui dan mempelajari hubungan antar makhluk hidup yang sangat beragam.

Menurut Ernst Mayr, mendefinisikan klasifikasi makhluk hidup sebagai pengaturan entitas dalam serangkaian kelas hirarkis, dimana setiap kelas yang hampir sama atau terkait pada satu tingkat hirarki digabungkan secara komprehensif menjadi inklusif di level kelas yang lebih tinggi.

Proses klasifikasi makhluk hidup dimulai dari pengelompokkan beberapa individu yang memiliki persamaan ciri kedalalm satu kelompok. dan kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil pengklasifikasian tersebut disebut Takson. Sistem takson pada tingkat yang paling rendah memiliki persamaan sifat dan ciri yang paling banyak, sedangkan takson pada tingkatan yang paling tinggi memiliki persamaan sifat dan ciri lebih sedikit. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup adlaah ilmu taksonomi.

Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah :

1. Mengelompokkan ciri-ciri dan persamaan yang dimiliki oleh masing masing makhluk hidup
2. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis makhluk hidup untuk membedakan masing masing jenisnya
3. Menyederhakan objek studi
4. Mengetahui hubungan kerabat antar makhluk hidup
5. Memberi nama makhluk hidup sesua dengan jenis dan spesiesnya.

Sistem Klasifikasi

Berikut ini merupakan sistem klasifikasi yang di kemukakan oleh Robert H.Whittaker yaitu sistem klasifikasi 5 kingdom. Menurut Robert H.Whittaker menyebutkan bahwa makhluk hidup dibedakan menjadi kingdom Monera, Protista, Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan) . Selain 5 kingdom tersebut, terdapat juga golongan virus, namun virus tidak termasuk dalam golongan makhluk hidup, karena memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Dari 5 klasifikasi makhluk hidup diatas. Setiap kingdomnya dibagi menjadi beberapa filum (untuk hewan) dan divisi (untuk tumbuhan), kemudian setiap filum atau divisi dibagi kembali menjadi beberapa ordo, setiap ordo dibagi lagi menjadi beberapa famili, setiap famili dibagi lagi menjadi beberapa genus, dan setiap genus dibagi lagi menjadi beberapa spesies (jenis). Semakin tingggi tingkatan taksonnya, semakin sedikit persamaan ciri yang akan dijumpai.

1. Ciri-ciri Monera

Kingdom monera mengacu pada jenis mikroorganisme, yang dianggap sebagai makhluk hidup peling primitif. Monera tidak memiliki membran inti, meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti berupa asam inti atau DNA. Kerajaan ini terdiri dari bakteri dan ganggang. Ahli mikrobiologi membedakan bakteri menjadi 2 yaitu eubacteria dan archabacteria. Eubacteria adalah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup dilingkungan biasa. Sedangkan archabacteria merupakan kelompo bakteri yang dapat hidup dilingkungan ekstrim,misalnya pada suhu panas, didalam laut dengan kadar garam yang tinggi, maupun ditempat yang asam.

2. Ciri ciri Protista

Protista merupakan kingdom yang terdiri satu sel atau banyak sel dan memiliki membran inti (organisme eukariot) serta bersel tunggal. Protista dikelompokkan menjadi tiga bagian,yaitu Protista yang menyerupai hewan (Protozoa), protista menyerupai tumbuhan(ganggang) dan protista menyerupai jamur. Protista dapat dijumpai dimana saja dan hampir semua jenisnya hidup di air karena protista tidak memiliki pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

3. Ciri-ciri Fungi

Fungi merupakan kingdom yang tidak memiliki kloroplas. Kingdom ini umumnya bersel banyak, memiliki membran inti dan berperan sebagai dekomposer pada lingkungan.Jamur mendapatkan makanan dengan cara parasit atau saprofit. Tubuh jamur ada terdiri dari satu sel berbentuk benang, dengan dinding sel tersusun dari zat kitin.

4. Ciri-ciri Plantae

Plantae atau tumbuhan merupakan organisme yang mempunyai membran inti (Eukarotik) yang dapat membuat makanan sendiri dan bersel banyak serta memiliki kloropas. Dalam kloropas terkandung klorofil, maka dari itu tumbuhan melakukan fotosintesis. Plantae pada umumnya memiliki akar, batang dan daun, kecuali lumut yang memiliki akar semu (rizoid).

5. Ciri-ciri Animalia

Animalia atau hewan merupakan organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanan nya. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hewan ada yang tinggal di laut, di air tawar dan di darat.

5 Tumbuhan Unik Aneh dan Langka

5 Tumbuhan Unik Aneh dan Langka

5 Tumbuhan Unik Aneh dan Langka – Kali ini kami akan membahas tentang tumbuhan tumbuhan unik dan aneh yang ada di dunia dan jarang sekali untuk kita temukan. Rafllesia Arnoldii merupakan salah satu tumbuhan unik yang ada di Indonesia.

Baca juga : Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tapi selain bunga Rafflesia Arnoldii ternyata masih ada tumbuhan dengan bentuk aneh dan unik lainnya. Penasaran tumbuhan apakah itu? Berikut adalah tanaman unik dan aneh tersebut

1. Welwitschia Mirabilis (Tumbuhan Paling Tangguh di Dunia)

Welwitschia Mirabilis merupakan tumbuhan terlangka di dunia, dia hanya mempunyai satu spesies saja yaitu Welwitschia Mirabilis. tumbuhan ini merupakan flora endemik dari gurun namib yang berada dalam wilayah Namibia dan Angola.

Dilihat dari bentuknya tumbuhan ini memang tidak menarik, tumbuhan ini hanya memiliki dua daun dan satu batang dengan sistem akar. Namun tumbuhan ini akan terus tumbuh sampai akhirnya mirip dengan alien.

Batang tumbuhan ini semakin lama lama akan semakin tebal tapi tidak meninggi, tinggi maksimum tanaman ini hanya sekitar 2 meter dengan lebar mencapai 8 meter.

Umur tanaman ini sangat fantastis yaitu dapat tetap hidup selama 5 tahun lamanya tanpa hujan dan umur tanaman ini dapat mencapai 400 -15 abad.

Dalam bahasa Namibia tumbuhan yang ternyata enak dimakan ini bernama Onyanga atau bawang padang pasir.

2. Tanaman Carnivora

Bukan hanya hewan karnivora saja, namum terdpat pula tanaman karnivora. Disebut tanaman karnivora karena tanaman ini memangsa serangga yang mendekat pada daunnya. Proses ini memiliki nama ilmiah Dionaea muscipula, mereka memiliki rambut halus yang ultra sensitif, sehingga ketika ada serangga yang mendekat daun yang memiliki gerigi langsung menutup dan menerangkap serangga yang mendekat.

3.Rumput Menari

Rumput Menari (Codariocalyx motorius atau juga Desmodium gyrans) merupakan sejenis pokok renek Asia. Sebagian banyak orang menyebut tanaman ini dengan rumput menari, karena gerakan daunnya seperti menari atau gerakan kod semafor. Tanaman ini mudah tumbuh dan daun akan menari ketika banyak sinar banyak matahari atau dlam keadaan kering.

4.Tanaman Bola Baseball (Euphorbia Obesa)

Tanaman Bola Baseball (Euphorbia Obesa) merupakan tanaman endemik di daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Euphorbia obesa (tanaman baseball) tampak seperti bola yang sempurna, sangat dekoratif. Tanaman ini memiliki diameter 6 cm untuk yang muda.

Tetapi dapat mencapai 15 cm untuk yang tua. Bentuknya bulat untuk individu muda dan silinder untuk yang tua. Tanaman Ini berisi sebuah reservoir air untuk mengatasi musim kering.

Karena bentuk nya yang unik dan lucu, banyak kolektor tanaman akhirnya mengambil tnaman ini dan mengoleksinya, sehingga populasinya rusak berat. Alasan itulah yang menjadikan tanaman tersebut saat ini di lindungi oleh pemerintah Afrika Selatan.

5. Silver Torch Cactus (Cleistocatus straussi)

Tanaman ini merupakan jenis tanaman katus, namun berbeda dengan jenis kaktus lainnya, kaktus jenis ini lebih menyukai tempat dingin. Diketahui kaktus ini tumbuh di puncak pegunungan di Argentina dan Bolivia yang memiliki suhu -10 derajar celcius.Silver Torch Cactus hanya berbunga saat hujan.

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Jenis Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) – Macam macam Tanaman Tumbuhan Paku-Pakuan di Indonesia sangatlah banyak jenisnya. Jenis tumbuhan paku-pakuan ini sangatlah sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Tumbuhan ini memiliki daun sejati, akar, batang yang bereproduksi aseksual dengan spora. Sehingga tanaman paku ini disebut dengan kormofitaberspora atau tumbuhan vaskuler tak berbiji.

Baca juga :Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku – pakuan hidup di hampir semua dunia. Dari wilayah lembab, di pinggiran tebing, air, gunung berapi kecuali didaerah gurun dan daerah bersalju. tumbuhan paku-pakuan ini memiliki istilah lainyaitu Pteridophyta yakni sekelompok tumbuhan yang memiliki system pembuluh sejati. Alih-alih biji, tumbuhan ini melepaskan spora untuk penyebarluasan dan perkembangbiakannya, seperti lumut dan jamur.

Sebagai tumbuhan tingkat rendah, tanaman satu ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan tumbuhan lumut. Karena tanaman paku ini memiliki sitem pembuluh yang terdiri dari xylem dan floem, memiliki akar sejati, hidup bebas dan berumur panjang. berikut ada macam-macam tumbuhan paku yang hidup di dunia ini.

1. Paku Purba (Psilopsida)

Sebagian jenis paku purba telah banyak yang punah. Pakru purba merupakan paku telanjang, dikatakan telanjang karena jenis paku ini tidak memiliki daun atau daun kecil. Paku ini dahulu sering ditemukan dan hidup dizaman purba dalam bentuk fosil.

Ciri-ciri

a. Homosfor
b. umumnya mikrofil dan batang berklorofil
c. tidak memiliki akar daun sejati
d. hidup di daerah tropis dan subtropis
e. diperkirakan saat ini tinggal 10 sampai 13 jenis
f. merupakan tumbuhan paku yang paling sederhana
g. sporagium terletak diketiak daun desebut sinangium

2. Paku Sarang

Paku sarang atau paku sarang burung mempunyai nama ilmiah (Asplenium nidus), merupakan tumbuhan paku yang populer sebagai tanaman hias. Paku sarang tumbuh tersebar diseluruh kawasan yang diamati mulai 1.060 – 1.240 mdpl. Tumbuh epifit dibatang pohon yang telah ditebang sampai ranting pohon besar. paku jenis ini sering dijumpai menumpang dengan pohon lain dan menyukai daerah yang agak lembab dan tahan terhadap matahari langsung.

Ciri- ciri

1. memiliki daun tunggal
2. batang yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat
3. mempunyai akar rimpang yang kokoh
4. memiliki tajuk yang besar dan entalnya mencapai panjang 150 cm

3. Paku Ekor Kuda

Spesies jenis paku ini saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies saja, Sphenopsida tumbuh pada tepian sungai yang lembab dan ada didaaerah subtropis dibelahan bumi utara. Sphenopsida yang disebut dengan paku ekor kuda (horsetail) disebut dengan paku ekor kuda karna memiliki percabangan batang yang khas yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda. Paku ekor kuda biasanya sering tumbuh didaerah berpasir. Sporofitnya berdaun kecil (mikrofil) atau berbentuk sisik, dan warnanya aga transparan dan tersusun melingkar pada batang.

Ciri-ciri

1. Kebanyakan tumbuh pada tepian sungai dan daerah subtropis dibelahan bumi utara.
2. Memiliki tinggi sekitar 1 m hingga tertinggi mencapai 4,5 m
3. Memiliki percabangan batang yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda
4. Sporofit berdaun kecil (mikrofil) dengan berbentuk sisik yang mengandung silika
5. Memiliki warna agak transparan dan terususun melingkar pada batang.
6. Struktur batang yang berongga dan beruas-ruas
7. Memiliki akar, batang dan daun sejati.
8. Sporangium terdapat pada strobilus yang menghasilkan satu jenis spora.

4. Paku Kawat

Lycopsida (paku kawat/paku rambut) disebut juga dengan club moss (lumut ganda) atau ground pine (pinus tanah), namun yang sebernanya bukan merupakan lumut atau pinus. Lycopsida diperkirakan sudah ada pada masa Devonian, dan tumbuh melimpah pada masa karboniferus. Lycopsida pada masa tersebut telah menjadi fosil atau endapan batubara. Pada masa karboniferus lycopsida memiliki ukuran yang besar sekitar 3 m yang hidup dirawa-rawa selama jutaan tahun, namun punah ketika rawa-rawa mengering. Adapun lycopsida yang masih bertahan pada saat ini, namun memiliki ukuran kecil yang banyak tumbuh di daerah tropis, tanah, epifit di kulit pohon, tetapi tidak bersifat parasit.

Di indonesia terdapat dua spesies yaitu Lycopodium cernuum dan Lycopodium clavatum. Tumbuhan ini disebut paku kawat karena strukturnya yang mirip kawat. Bentuk jenis paku Lycopodium cernuum memiliki bentuk unik dan biasa dijadikan tanaman hias dan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan rangkaian bunga. sedangkan jenis spesies Lycopodium clavatum digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pil.

Ciri-ciri

1. Batang berbentuk seperti kawat dan struktur berbenduk gada
2. Ujung batang tersusun sporofil
3. Memiliki akar, batang dan daun sejati
4. Tumbuh didaerah tropis
5. Menghasilkan satu jenis spora (homospora) dan dua jenis spora (heterospora).
6. Gametofit berukuran kecil dan tidak berkrolofil.
7. Gametofit menghasilkan dua jenis alat kelamin (biseksual), dan satu jenis alat kelamin (uniseksual).

5. Paku Sejati

Pteropsida (paku sejati) memiliki jumlah spesies sekitar 12.000. Pteropsida (paku sejati) atau pakis adalah kelompok yang sering kita temukan di berbagai habitat khususnya pada tempat yang lembap. Pteropsida hidup di tanah, air, dan epifit pada pohon. Pteropsida yang hidup dihutan tropis memiliki variasi jenis, namun ada juga yang dapat ditemukan di daerah beriklim sedang yaitu subtropis. Paku sejati merupakan kelompok tumbuhan paku lainnya yang sering kita jumpai karena dijadikan tanaman hias. Tumbuhan paku ini mempunyai daun yang berukuran besar duduk dengan bentuk daunnya menyirip. Dalam kehidupan sehari hari, paku jenis ini sering disebut pakis yang sebenarnya. Paku ini tumbuh di tempat-tempat lembab dan teduh.

Ciri-ciri

1. Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
2. Kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis
3. Dapat ditemukan di habitat yang lembab dan Hidup di tanah, di air, atau epifit di pohon.
4. Memiliki ukuran batang yang bervariasi
5. Batang berada dibawah permukaan tanah (rizom).
6. Daun paku sejati memiliki ukuran yang besar dibanding dengan kelompok paku yang lainnya.
7. Pada umumnya, daun paku sejati memiliki ukuran yang besar (makrofil) yang terbagi menjadi lembaran dengan tulang daun yang bercabang-cabang.
8. Daun yang masih mudah akan menggulung (circinate)
9. Sporangium terkumpul dalam sorul yang berada dibawah permukaan daun.
10. Gametofit bersifat biseksual dan uniseksual.
11. Gametofit memiliki klorofil dengan ukuran yang bervariasi.

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku – Tumbuhan paku atau paku-pakuan juga sering disebut dengan pakis-pakisan adalah sekelompok tumbuhan dengan pembuluh sejati tapi tak menghasilkan biji untuk berreproduksi.

Baca juga : Ciri Flora Asiatis dan Australis Di Indonesia Serta Contohnya

Tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebaran luasan menyerupaik kelompok organisme seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar luas diseluruh bagian dunia kecuali daerah bersalju abadi dan lautan, tumbuhan ini cenderung sering ditemukan didaerah yang tidak subur untuk pertanian. Total dari spesies ini sekitar 12.000 sampai lebih.

Ciri-ciri tumbuhan paku

Bentuk luar dari tumbuhan ini bermacam-macam sesuai dengan hasil evolusi adaptinya, namun dibawah ini merupakan ciri-ciri umum yang dimiliki oleh tumbuhan paku.

1. Daun yang tumbuh berasal dari tunas secara gulungan dan melingkar pada ujungnya.
2. Penampilan luar paku ada yang berupa pohon (biasanya tidak bercabang), semak, epifit,tumbuhan merambat, mengapung di air, hidrofit.
3. Organ fotosintetik dan reproduksi paku disebut dengan ental
4. Memiliki akar, batang, daun sejati (cormophyta)
5. Akar tumbuhan paku bersifat seperti serabut
6. Batang tumbuhan ini umumnya tidak terlihat, karena biasanya akar pada tumbuhan paku terbenam dalam tanah.
7. Tidak memiliki biji untuk berkembang biak
8. Memiliki tinggi yang bervariasi mulai dari tinggi 2 cm hingga 6 m.
9. Memiliki 2 siklus generasi, yaitu generasi sporofit dan gametofit
10. Cara hidup tanaman paku-pakuan secara epifit dan sporofit

Penggolongan terhadapa tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas dengan cakupan menyempit, antara lain:

1. Psilotopsida (mencakup bangsa Psilotaless dan ophioglossales), sekitar 92 spesies
2. Equisetopsida (paku ekor kuda dan termasuk kerabatnya yang sudah punah), dengan sekitar 15 spesies yang masih bertahan di bumi
3. Marattiopsida, sekitar 150 spesies
4. Polypodiopsida (mencakup seluruh paku leptosporangiataea), lebih dari 9000 spesies.

Pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia terbatas. Kebanyakan menjadi tanaman hias, sebagian kecil dimakan, sebagai tumbuhan obat, atau bahan baku untuk alat bantu kegiatan sehari-hari.

Demikian penjelasan yang telah kami berikan kepada kalian seputar Pengertian Dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk kalian. Terima Kasih : )