5 Jenis Fauna di Perairan Indonesia

5 Jenis Fauna Di Perairan Indonesia

5 Jenis Fauna Di Perairan Indonesia – Berbicara dunia fauna di Indonesia memang tak akan ada habisnya. Keanekaragamannya membuat kita tak bosan untuk selalu membahas keindahan fauna dan yang ada.

Baca juga : 5 Fauna Terlangka Di Indonesia

Dan postingan kali ini kami khususkan untuk membahas mengenai macam-macam fauna yang hidup dalam air. Tidak hanya di darat dan di udara, keanekaragaman fauna di air juga tak kalah banyak dan menarik untuk kita ulas bersama-sama. Nah, apa sajakan fauna yang hidup didalam air? yuk kita pelajari penjelasan dan uraian berikut ini.

Jenis-Jenis Fauna di Perairan

1. Ikan

Ikan merupakan anggota vetrebata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup didalam air dan berinsang. Ikan adlah jenis kelompok vetrebata yang paling beranekaragam jumlah spesiesnya yaitu lebih dari 27.000 spesies diseluruh dunia.

Ikan memiliki berbagai macam ukuran, jenis dan ciri-ciri yang berbeda. mulai dari paus hiu yang berukuran hingga 14 meter samapi stout infanfish yang hanya berukuran 7mm.

Ikan dapat ditemukan hampir di semua genangan air. Namun pada danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bis di hidupi ikan.Berikut ini bebrapa gambar ikan yang sering kita temui di perairan Indonesia.

2. Kura kura

Kura kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Namun kura-kura dapat hidup diberbagai tempat, mulai dari daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Sebagian jenisnya hidup sepenuhnya akuatik, baik di peraiaran tawar maupun di lautan.

Jenis hewan yang disebut dengan Testudianan mempunyai ciri khas yang sangat mudah dikenali yaiut dengan adanya tempurung atau batok yang keras dan kaku. BAtok kura-kura terdiri 2 bagian, bagian atas untuk menutupi punggung dan bagian bawah disebut plastron.

Dan pada setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung.

3. Bulu Babi

Bulu babi atau landak laut merupakan hewan laut dengan berbentuk bundar dan memiliki duri pada seluruh kulitnya yang dapat digerakkan. Binatan ini terbagi menajdi 950 spesies dan dapat ditemukan mulai dari daerah pasang surut sampai di kedalaman laut 5.000m.

Bulu babi adalah makhluk omnivora artinya mereka makan alga dan tumbuhan laut lainnya yang menempel di bebatuan dan terumbu karang.

4. Lumba – Lumba

Lumba-lumba adalah jenis mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamian yang melengkapai tubuhnay sangat kompleks. Salah satu contohnya yaitu kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air.

Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Merke hidup di laut dan sungai diseluruh dunia. Lumba-lumba masih berkerabat dengan paus dan pesut.

5. Bintang Laut

Bintang laut dikenal dengan sebutan starfish (ikan bintang), hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea.

Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air.

Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies.

5 Fauna Terlangka di Indonesia

5 Fauna Terlangka Di Indonesia

5 Fauna Terlangka di Indonesia – Berbicara tentang fauna di Indonesiaa tentu saja seperti menceritakan jumlah semut yang sangat banyak karena keanekaragaman faunaa di Indonesia sangat banyak.

Salah satu hal yang membuat Indonesia memiliki keanekaragaman fauna yang banyak karena Indonesia memiliki letak geografis yang sangat mendukung bagi perkembangbiakan dan tempat tinggal para fauna. Iklim tropis di Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendukung akan hal itu.

Kesuburan tanah serta tumbuhnya berbagai macam tanaman-tanaman (flora) menjadi salah satu penyebab penting terjadinya populasi fauna yang sangat beragam. Tumbuhan yang merupakan makanan serta menjadi tempat hunian para fauna banyak tumbuh di Indoneisa sepanjang tahun. Hal ini lah yang membuat Indonesia memiliki bermacam-macam fauna langka yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Bahkan untuk beberapa satwa yang bukan berasal dari negara Indonesia mampu berkembang biak secara baik di Negeri Indonesia ini. Hal ini menjadi parameter penting penyebab keanekaragaman fauna yang dimiliki negeri tercinta kita Indonesia.

Jenis-jenis Fauna Langka Di Indonesia

1. Komodo

Komodo adalah salah satu jenis mamalia hanya di miliki oleh Indonesia, nama latinnya Varanus Komodensis. Komodo merupakan spesies kadal terbesar yang ada di dunia ini dan hanya hidup di Pulau Komodo, Rinca, Gili Montang, Flores dan Nusa Tenggara (Gili Dasami). Didaerah tersebut nama komodo lebih dikenal oleh masyarakat daerah dengan sebutan “Ora”.

Saat ini Komodo menjadi salah satu hewan yang dimasukkan dalam kategori hewan yang sangat di lindungi karena keberadaan fauna ini sangat rentan terhadap kepunahan. Kelestarian fauna ini di jaga dengan di dirikannya taman nasional untuk fauna ini yaitu di Taman Nasional Pulau Komodo yang khusus didirikan untuk mereka.

Fauna spesies kadal raksasa ini ditemukan pada tahun 1910 oleh seorang peneliti dari barat. Ukuran yang sangat besar dengan panjang rata-rata 2 – 3 meter membuatnya sangat pantes disebut sebagai raksasa. Hewan pemakan daging yang gemar memburu mangsa yang lebih besar darinya ini memiliki gigitan yang beracun sehingga sangat mematikan bagi mangsanya.

2. Orang Utan

Orang utan merupakan satu-satunya spesies kera terbesar di Asia. Janis orang utan yang saat ini ada di Indonesia yaitu spesies Pongo Pygmaeus dan Pongo Abelii. Kedua spesies ini hanya hidup di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Populasi orang utan di Indonesia mencapai 90% dan sisanya tersebar di daerah Sabah dan Serawak Negara Malaysia. Saat ini populasi dari orang utan juga mulai masuk daftar merah IUCN karena memiliki potensi keterancaman punah. Keadaan ini juga di perkuat dengan tercantumnya orang utan dalam Lampiran 1 Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan flroa Liar (CITES). Oleh karena itu sebaga warga negara Indonesia sangat patut untuk menjaga kelestariannya.

Tempat tinggal yang nyaman bagi orang utan berada pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut, namun pada beberap studi juga di temukan populasi yang berada pada pegunungan dengan ketinggian pada 1000 mdpl.

3. Harimau Sumatera

Harimau sumatra Dalam bahasa latin disebut dengan Panthera tigris sumatrae merupakan spesies harimau asli dari pulau sumatra yang termasuk subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Ciri dari harimau ini adalah ukuran tubuhnya terkecil dibandingkan jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di antara semua spesiesnya.

Harimau jantan memiliki panjang tubuh sekitar 92 inci dari kepala sampai ekor dan berat sekitar 140 kg dengan tinggi 60 cm. Sedangkan pada harimau betina memiliki panjang sekitar 78 inci dan berat sekitar 91 kg.Populasi liar harimau sumatera saat ini hanya tersisa 400-500 ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi ini. Tercatat sekitar 66 ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 – 2000.

Baca juga : Jenis Flora Dan Fauna Endemik dari Pulau Sumatera

Selain karena pembunuhuan liar harimau sumatra kerap juga di perdagangkan oleh orang orang tidak betanggung jawab. Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Dari survei Profauna Indonesia yang didukung oleh International Fund fo Animal Welfare (IFAW) pada bulan juli-oktober 2008, selama 4 bulan tim profauna mengunjuni 21 kota/lokasi yang ada di sumatra dan jakarta. Dari 21 kota yang dikunjungi, 10 kota diantaranya ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh harimau sekitar 48%.

Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia adalah perbuatan kriminal, karena melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan pasal 21 dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 poin (d) bahwa “setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia”. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimum 100 juta.

4. Badak Jawa

Badak jawa atau sering disebut badak bercula satu dalam bahasa latin disebut Rhinoceros sondaicus adalah anggota famili Rhinocerotidae yang merupakan satu dari lima spesies yang masih ada sampai saat ini. Badak ini memiliki genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak jawa memiliki panjang sekitar 3 – 3,2 m dan tinggi sekitat 1,4 – 1,7m.

Meskipun disebut dengan badak jawa, namun binatang ini tidak terbatas dan hanya ditemukan di pulau jawa saja. Badak ini pernah menjadi slah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar.Populasi badak saat ini sangat kritis, kemungkinan bdaka jawa termasuk mamalia terlangka yang ada dibumi. Sekitar 40-50 ekor badak hidup di taman nasional ujung kulon. Dan tidak lebih dari delapan ekor badak jawa hidup dialam bebas ditaman nasional Cat Tien, Vietnam. Pemburuan liar dan hilangnya habitat yana aman menjadi faktor berkurangnya populasi badak jenis ini.

Badak jawa dapat hidup selama 30-50 tahun di alam bebas. Badak ini hidup didaratan rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir. Badak jawa lebih kecil daripada sepupunya, badak india, dan memiliki besar tubuh yang dekat dengan badak hitam. Panjang tubuh badak Jawa (termasuk kepalanya) dapat lebih dari 3,1–3,2 m dan mencapai tinggi 1,4–1,7 m. Badak dewasa dilaporkan memiliki berat antara 900 dan 2.300 kilogram.

5. Badak Sumatera

Badak sumatera atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), yang merupakan spesies langka dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih ada. Badak sumatera merupakan satu-satunya spesies yang terlestarikan dari genus Dicerorhinus. Badak ini adalah badak terkecil, meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar.

Sama dengan Badak Jawa, Populasi jenis badak ini juga terancam punah, saat ini diperkirakan hanya tinggal enam populasi badak ini yang ada di alam liar, empat berada di Sumatera, satu beada di Kalimanatan dan satu di semenanjung Malaysia. Jumlah badak sumatera sulit ditentukan, karena badak ini adlah hewan penyendiri yang tersebar luas. Pada tahun 2015, diperkirakan jumlah mereka hanyya tersisa 80 ekor, dan para peneliti mengummkan bahwa badak sumatera timur di bagian utara Kalimantan telah punah.

Jenis Flora Dan Fauna Endemik dari Pulau Sumatera

Jenis Flora Dan Fauna Endemik Sumatera

Jenis Flora Dan Fauna Endemik Sumatera – Flora dan fauna endemik adalah hewan ataupun tumbuhan yang hidup hanya di wilayah tertentu. Selain sulawesi, pulau kalimantan dan wilayah-wilayah lainnya, di pulau sumatra juga memiliki beberapa flora dan fauna endemik khas wilayah itu.

Baca juga : Hal-hal yang Mempengaruhi Keanekaragaman Flora Dan Fauna Di Indonesia

Keanekaragaman dari flora dan fauna setiap daerah tentu saja berbeda-beda, pastinya disetiap daerah memiliki ciri khusus tersendiri.

keanekaragamaan tersebut berkaitan dengan jenis iklim yang berbeda-beda dan memberikan ciri khusus kepada hewan maupun tumbuhan wilayah tinggalnya. Tak terkecuali dengan jenis flora dan fauna endemik pulau sumatra ini,mau tahu jenis jenis flora dan fauna di pulau ini? simak penjelasan selengkapnya pada uraian berikut.

Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra dengan bahasa latin (Pongo abelii) adalah spesies orangutan terlangka. Orangutan sumatra hidup dan endemik di pulau Sumatra, sebuah pulau yang terletak di Indonesia. Ukuran mereka lebih kecil jika dibandingkan dengan spesies orang utan kalimanta. Orangutan sumatr hanya memiliki tinggi sekitar 4,6 kaki dan berat 200 pon, sedang kan untuk betina ukurannya lebih kecil yakni dengan tinggi sekitar 3 kaki dan berat 100 pon.

Orangutan jenis ini lebih menyukai buha-buahan dan juga serangga untuk makanannya. Orangutan sumatra lebih bersosial diabndingkan dengan orangutan kalimanta, mereka akan berkumpul untuk makan sejumlah buah besar dipohon bersama-sama. Tapi untuk jenis orangutan jantan dewasa biasanya menghindari kontak dengan jantan dewasa lainnya.

Survei pada tahun 2004 memperkirakan ada sekitar 7.300 ekor orangutan sumatra. Sungguh termasuk jumlah yang sedikit dengan wilayah pulau sumatra yang sangat luas.

Harimau Sumatra

Dalam bahasa latin disebut dengan Panthera tigris sumatrae merupakan spesies harimau asli dari pulau sumatra yang termasuk subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Ciri dari harimau ini adalah ukuran tubuhnya terkecil dibandingkan jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di antara semua spesiesnya.

Harimau jantan memiliki panjang tubuh sekitar 92 inci dari kepala sampai ekor dan berat sekitar 140 kg dengan tinggi 60 cm. Sedangkan pada harimau betina memiliki panjang sekitar 78 inci dan berat sekitar 91 kg.Populasi liar harimau sumatera saat ini hanya tersisa 400-500 ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered).

Gajah Sumatra

Gajah sumatra merupakan mmalia terbesar di Indonesia, dengan berat mencapai 6 ton dengan tumbuh setinggi 3,5 meter pada bahu. Gajah sumatera adalah subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat dipulau sumatera. Gajah jenis ini berpostur tubuh lebih kecil dibandingkan gajah india. Sebanyak 65% populasinya lenyap akibat ulah manusia dan 30% akibat dibunuh atau diracuni oleh manusia dari 2000-2700 ekor. Populasinya semakin menurun dan terancam punah.

Rafflesia

Padma raksasa dalam bahasa latin rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang terkenal karena ukuran bunga yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh dijaringan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tumbuhan ini tidak mampu berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis Bengkulu (sumatera) didekat sungai Manna,Lubuk tapi, kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan penemuan tumbuhan ini Bengkulu dikenal oleh dunia dengan sebutan The Land of Rafflessia.

Bunga Bangkai

Bunga bangkai atau suweg (dalam bahasa lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin Amorphophallus titanum Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis tals-talasan endemik dari sumatra, yang dikenal dengan bunga majemuk terbesar. Dinamakan bunga bangkai karena bunag ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut sebenarkan digunakan untuk menarik serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.

Cempaka Wangi

Dalam bahasa latin disebut dengan Magnolia champaca syn. Michelia champaca adalah pohon hijau abadi besar dengan bunga putih dan kekuningan dengan aroma wangi yang khas. Cemapaka wangi adalah flora identitas Provinsi Aceh, sumatera bagian Utara.

Itulah artikel tentang”Mengenal Jenis Flora Dan Fauna Endemik Pulau Sumatera“. Semoag artikel ini dpat menambah wawasan anda, tentunya tentang dunia flora dan fauna. Tetap jaga kelestarian habitat mereka untuk keberlangsungan hidup mereka di alam.

Hal-hal Mempengaruhi Keanekaragaman Flora Dan Fauna

Hal-hal Mempengaruhi Keanekaragaman Flora Dan Fauna

Hal-hal Mempengaruhi Keanekaragaman Flora Dan Fauna – Indonesia memiliki keanekaragamaan makhluk hidup. Salah satunya ialah kekayaan flora dan fauna. kenekaragaman akan flora dan fauna didukung oleh wilayah Indonesia luas dan kaya akan keanekaragaam tumbuhan maupun satwa baik di udara, darat maupun di
laut.

Baca juga : Pengertian Flora Dan Fauna Di Indonesia Beserta Contohnya

Persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai hal seperti aspek geografis. Menurut pendapat para pakar Zoologi jika fauna di indonesia memiliki tipe yang mirip dengan tipe fauna yang ada di Asia tenggara atau oriental. Sementara fauna di bagian kawasan Indonesia timur memiliki kemiripan dengan fauna yang terdapat di benua australia.

Flora dan fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi 3 bagian, antara lain: Daerah peralihan, Daerah asia, dan Pengaruh dari benua australia. hal itu disebabkan karena wilayah Indonesia terdapat garis Wallance yang dibatasi asiatis dengan peralihan, sedangkan garis webe membatasi anatara bagian peralihan dengan australis.

Dibawah ini merupakan faktor faktor yang mempengaruhi keanekaragamana flora dan fauna di indonesia. Kenekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini:

1. Iklim

Faktor yang berpengaruh besar terhadap keanekaragaman flora di indonesia antara lain adalah iklim. Kondisi iklim pada suatu daerah mempunyai pengaruh yang besar untuk keberlangsunngan tumbuh kembangnya tanaman.

Daerah yang tinggi akan curah hujan akan memiliki hutan yang lebat dan mempunyai jenis tanaman yang bervariasi misalnya di kalimantan dan sumatera. Sedangkan daerah yang memiliki curah hujan yang relatif kurang cenderung tidak memiliki hutan lebat. Seperti Di Nusa Tenggara yang banyak ditumbuhi semak belukar dan hamparan padang rumput.

2. Tinggi rendahnya permukaan bumi

Faktor selnjtnya yang mempengaruhi keanekaragaman flora di Indonesia adalah tinggi rendahnya permukaan bumi atau disebut juga dengan faktor fisiografi/topografi yang meliputi ketinggian dan kemiringan suatu wilayah.

Semakin tinngi suat wilayah maka suhu pada wilayah tersebut mengalami penurunan. Hal itu yang mengacu banyaknya jenis jenis tumbuhan khas yang tumbuh di daerah pada tinggi.

Sedangkan wilayah dengan derajat kemiriingan tanah, semakin terjal tanah maka semakin besar kekuatan air untuk mengikis permukaan tanah yang subur. Sehingga jenis flora yang hidup lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi tanah yang relatif rata dan tinggi. karena cadangan air air hilang karena air bergerak cepat kebawah.

3. Jenis Tanah

Media utama pada semua jenis tumbuhan dan tanaman adalah tanah. Jika semakin subur tekstur tanah disuatu tempat maka akan semakin banyak pula ragam tanaman yang dapat hidup diwilayah tersebut.

4. Pengaruh Makhluk Hidup

Faktor terakhir selanjutnya adalah pengaruh makhluk hidup, Manusia dapat mengubah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. seperti mengubah daerah hutan menjadi lahan pertanian,perkebunan,penebangan, perumahan dan lainnya.

Manusia merupakan komponen penting dalam perkembangan keberadaan flora dan fauna. Baik dalam sikap menjaga kelestarian maupun mengubah kehidupan flora dan fauna.

Selain manusia hewan juga mempunyai peran penting dalam perkembangan kehidupan flora. Maupun fauna, seperti burung yang membawa biji-bijian hal tersebut juga membantu penyebaran biji tumbuhan. Sedangkan tumbuh-tumbuhan mempunyai pengaruh penting dalam menyuburkan tanah dan mempengaruhi kehidupan faunanya.

Demikian informasi yang diberikan mengenai Pengertian dan Penyebaran Flora dan Fauna Di Indonesia. Semoga informasi yang diberikan bermnfaat. Tetap jaga kelestarian alam Indonesia kehidupan untuk masa depan nanti.

Pengertian Flora Dan Fauna Di Indonesia

Pengertian Flora Dan Fauna Di Indonesia

Pengertian Flora Dan Fauna Di Indonesia – Secara sederhananya, flora adalah tumbuhan sedangkan fauna adalah hewan. Tapi menurut pengertian umum, yang dimaksud dengan flora ialah keseluruhan jenis tumbuhan yang ada di muka bumi, dan fauna merupakan keseluruhan jenis hewan yang ada di bumi.

Baca juga : Kukang Jawa

Indonesia merupakan negara yang dianugerahi flora dan fauna yang sangat beragam. Beragam flora dan fauna tersebut memiliki tempat tinggal yang beragam, mulai di darat, dilaut maupun di udara. Pembahasan tentang flora dan fauna akan diuraikan pada penjelasan dibawah ini.

FLORA

Kata FLORA berasal dari istilah yang berasal dari bahasa latin “YAITA” yaitu nama dewi pelindung bunga serta taman dan merupakan dewi kesuburan dalam ilmu Mitologi Romawi. Flora diartikan sebagai tanaman maupun sekelompok tanaman. Terdapat pula jenis flora endemik, yaitu jenis tanaman yang hanya dapat tumbuh pada wilayah tertentu. misalnya Flora Jawa contoh flora jawa adalah melati , Flora endemik sumatera contohnya bunga bangkai (raflesia arnoldi) dan jenis flora endemik lainnya.

Contoh Flora endemik di Indonesia

– Nepenthes clipeata (kantong semar) Flora endemik di Kalimantan Barat
– Pometia pinnata (Matoa) Flora Endemik di Papua
– Parashorea aptera (sejenis meranti) Flora Endemik di Sumatera
– Rafflesia arnoldii (Rafflesia atau Patma Raksasa) Flora Endemik di Sumatera
– Piper ornatum (Celebes Pepper / Sirih Merah) Flora Endemik Sulawesi

FAUNA

Sama seperti FLORA, Istilah FAUNA juga berasal dari bahasa latin yang berarti alam hewan. Pada fauna terdapat juga jenis fauna endemik, fauna endemik berati semua jenis hewan yang hanya hidup dan tinggal diwilayah tertentu. Contoh fauna endemik di kepulauan jawa adalah badak bercula satu, Fauna endemik sumatera yaitu Harimau Sumatera, Fauna endemik di Papua yaitu burung cendrawasih. dan sebagainya.

Contoh Fauna Endemik Di Indonesia

– Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) Fauna Endemik Sulawesi
– Burung Elang Flores (Spizaetus floris) Fauna Endemik Flores
– Burung Cendrawasih ( Paradisaeidae) Fauna Endemik Papua

Demikian informasi yang telah kami berikan seputar Pengertian Flora Dan Fauna Di Indonesia. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua. Terima Kasih 🙂