Monyet Bekantan

Monyet Bekantan – Perimata yang unik ini bernama Latin Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.

Bekantan hidup di hutan mangrove, rawa dan daerah riparian yang menyediakan tumbuhan pakan yang cukup bagi satwa ini. kondisi alami habitat bekantan berada daerah lahan basah seperti hutan rawa gambut, bakau, satwa ini sangat tergantung pada daerah riparian yaitu daerah peralihan antara sungai dengan daratan, dimana wilayah ini memiliki karakter yang khas, karena adanya perpaduan lingkungan perairan, daratan dan sungai, walaupun sebagian kecil populasi bekantan ada yang hidup di hutan dipterocarpaceae dan hutan kerangas di tepi sungai

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Luas habitat bekantan diperkiraakan 29.500 km2, dari luas tersebut, 40% di antaranyasudahberubahfungsi dan hanya 4,1% dikawasan konservasi. Primata endemik di pulau Kalimantan ini memiliki peran penting dalam mempertahankan keutuhan ekosistem khususnya daerah lahan basah.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

 

You May Also Like