Kuda Sumba

Jenis Kuda ini merupakan kuda asli Indonesia. konon kuda ini memiliki moyang yaitu kuda arab. Menurut catatan J. de Roo pada tahun 1890, Kuda telah menjadi komoditi perdagangan masyarakat Sumba ke daerah lain di Nusantarasejak tahun 1840 melalui Waingapu yang kebanyakan dilakukan oleh bangsawan setempat.

Kuda Sumba aslinya merupakan kuda poni dan kemudian diberi nama kuda Sandel atau lengkapnya kuda Sandelwood Pony. Kuda Sandel yang dikembangkan di Sumba merupakan kuda pacu asli Indonesia. Kuda Sumba merupakan hasil perkawinan silang kuda poni lokal (grading up) dan kuda Arab. Nama “sandelwood” sendiri diambil dari nama cendana (sandalwood) yang pada masa lampau pernah menjadi komoditas unggulan dan diekspor dari Sumba dan pulau-pulau di Nusantara ke negara Asia lainnya

Menurut pembagiannya kuda sumba terdiri dari empat jenis, berikut beberapa jenis kuda tersebut :

  • Kuda Flores

Kuda Flores terbagi menjadi dua yakni kuda Manggarai dan kuda Ngada.
Kuda Manggarai memiliki tinggi rata-rata 110 – 120cm. Kuda ini memiliki ciri kepalanya yang cukup besar dan lebar. Kakinya sedikit tegak dan pendek.
Kuda Ngada memiliki bobot yang lebih ringan. Kepala dan tulang-tulangnya juga lebih kecil.

  • Kuda Sabu

Kuda Sabu memiliki bentuk tubuh yang halus dan panjang yang sedang. Tingginya rata-rata 100 hingga 130 cm. Dibandingkan kuda Sumba dan Timor, kuda Sabu memiliki telinga yang lebih kecil dengan rambut di dahi yang tebal dan mata yang menonjol ke depan.

  • Kuda Sandalwood

Nama kuda Sandalwood sudah lama diakui sebagai salah satu kuda terbaik di Indonesia. Kuda yang biasa disebut kuda Sandel ini berasal dari Pulau Sumba. Dilansir dari national geographic nama Sandelwood diambil dari nama pohon cendana yakni Sandalwood tree yang dulunya berkembang subur di Sumba.

Kuda ini memiliki bentuk kepala yang gagah, telingan yang kecil dan mata ekspresif. Dibandingkan kuda dari ras Amerika dan Australia, kuda Sandel memiliki postur yang lebih kecil. Tinggi punggung kuda berkisar antara 122-132 cm. Meskipun lebih kecil, kuda Sandel memiliki keistimewaan pada kecepatan dan daya tahan yang luar biasa karena itulah kuda Sandel digunakan dalam pacuan kuda.

  • Kuda Timor

Tidak seperti kuda Sandel, kuda Timor berpostur lebih pendek dan berotot. Tinggi rata-rata kuda Timor adalah 100-135 cm. Kuda ini memiliki lubang hidung lebar dengan rahang agak sempit.
Sayangnya keberadaan kuda Timor kian hari kian sulit ditemukan. Populasi kuda Timor semakin menurun bahkan terancam punah. Padahal, dahulu populasi kuda Timor sangat tinggi. Kuda Timor lebih sering digunakan sebagai kuda tarik atau alat transportasi.

You May Also Like