Kodok Darah

Kodok Merah (Leptophyrne cruentata)

Kodok Darah – Kodok Darah merupakan salah satu hewan endemis Indonesia artinya hewan ini hanya ada di Indonesia. Kodok darah ini juga sering disebut kodok merah di Indonesia. Nama Kodok merah atau kodok darah ini diambil dari warna kulitnya yang berwarna merah darah. Meskipun berwarna merah darah tapi warna tersebut tidak merata pada seluruh tubuhnya , hanya berupa bercak – bercak.

Ciri khas dari kodok darah ini adalah warna bercak – bercak merah darah pada seluruh kulit tubuhnya. Secara keseluruhan , warna kulit kodok darah adalah berwarna cokelat tua dengan kombinasi bercak darah merah atau warna kuning terang. Seluruh permukaan hewan ini dipenuhi oleh bintil – bintil. Tubuh kodok darah ini sangat ramping. Panjang moncong lubang antara 25mm sampai 40mm pada kodok betina , sedangkan pada kodok jantan memiliki panjang moncong antara 20mm sampai 30mm. Kelenjar paratoid yang sering menggembung pada kodok ini terbilang kecil bahkan terkadang tidak jelas. Seperti halnya pada hewan amphibi lainnya , kodok merah juga memiliki kaki berselaput dan kaki yang agak menggelembung. Kodok merah , tidak memiliki tulang punggung yang biasanya terlihat pada kodok dibagian kepalanya. Bagian dada kodok merah ada dua macam , ada yang berwarna dasar hitam dengan bintik merah darah dan ada pula yang berwarna dasar hitam dengan bintik kuning. Bagian perut kodok ini berwarna kekuningan ada pula yang berwarna kemerahan. Telur kodok merah ini berwarna hitam. Kodok ini juga memiliki cara berjalan yang lambat.

Jika kalian ingin melihat kodok merah ini kalian dapat menemui hewan ini di Taman nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jenis kodok ini ada dalam jumlah yang banyak pada tahun 1976 , tetapi pada tahun 1987 keberadaan kodok merah mulai menurun. Meletusnya Gunung Galunggung turut menjadi faktor penyeba penurunan jumlah kodok ini. Kodok ini juga senang hidup di daerah yang basah , daerah perbatasan antara dataran rendah lembab dengan hutan pengunungan. Penurunan populasi yang berkurang secara drastis ini membuat IUCN memasukan kodok ini ke dalam hewan yang terancam punah dengan tingkat kritis. Keberadaan kodok ini di Indonesia belum terlalu diperhatikan , oleh karena itu informasi tentang kodok ini juga masih kurang.

Kodok merah di kebun binatang dipelihara pada tempat yang banyak air untuk menyimpang telurnya. Tempat hidup kodok merah di kebun binatang harus lembab dengan tumbuhan air berdaun lebar dan sedang. Penempatan batu besar , sedang , dan kecil juga pening diletakkan supaya mirip dengan habitat asli dari kodok darah. Makanan kodok ini adalah belalang , jangkrik dan cacing tanah.

You May Also Like