Klasifikasi Burung (Aves)

Klasifikasi Burung (Aves)

Burung hidup dan berkembang biak pada sebagian besar habitat darat dan pada tujuh benua. Diversitas tertinggi burung terdapat di wilayah tropis. Keragaman tertinggi burung adalah hasil dari tingkat spesiasi di daerah tropis, bagaimanapun studi terbaru menemukan spesiasi tingkat tertinggi di lintang tinggi yang diimbangi dengan tingkat kepunahan lebih besar daripada di daerah tropis. Beberapa familia burung telah beradaptasi terhadap kehidupan baik di lautan dunia dan pada diri mereka, dengan beberapa spesies burung laut datang ke darat hanya untuk berkembangbiak dan beberapa penguin telah tercatat menyelam hingga kedalaman 300 meter.

Indonesia berada di iklim tropis sehingga wajar saja bila Indonesia memiliki keberagaman flora dan fauna. Burung (Aves) adalah salah satunya. Indonesia memiliki banyak jenis burung. Ciri-ciri yang terdapat dalam burung adalah:

  1. Memiliki ukuran tubuh beragam. Tubuh aves terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor
  2. Mulut berparuh yang tersusun dari zat tanduk, tidak memiliki gigi dan lidah yang tidak dijulurkan. Bentuk paruh yang beragam sesuai dengan jenis makanannya.
  3. Memiliki mata yang berkembang baik dengan kelopak mata, membrana niktitans, dan kelenjar air mata. Umumnya mata aves terdapat dibagian sisi kepala. Mata burung hantu terletak berdampingan. Telinga yang tidak berdaun telinga dimana bagian tengahnya terdapa osikula auditori. Aves memiliki sepasang lubang hidung
  4. Aves mempunyai sepasang kaki yang digunakan untuk berjalan, bertengger, berenang, mencakar-cakar rumah, memegang makanan, atau untuk menangkap dan mencengkeram mangsa. Jumlah jari kaki 2,3, dan 4. Kulit kaki bagian bawah dan jari-jarinya tersusun dari zat tanduk yang keras.
  5. Aves memiliki sayap untuk terbang. Kecepatan terbang sekitar 30-75 km/jam.
  6. Aves bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan pundi-pundi udara sebagai alat pernapasan tambahan. Pundi-pundi udara berupa kantong selaput yang ringan, yaitu sepasang di leher, sebuah di antara tulang selangka yang bercabang-cabang membentuk kantong udara pada lengan atas, sepasang di dada depan, sepasang di dada belakang, dan sepasang di perut. Cadangan udara di dalam pundi-pundi udara berguna untuk pernapasan pada saat terbang. Pundi-pundi udara akan terisi udara kembali pada saat burung melayang tanpa mengepakkan sayapnya.
  7. Aves memiliki alat suara siring yang terdapat pada percabangan trakea.
  8. Sistem pernapasan Aves lengkap, meliputi mulut, esofagus (kerongkongan), tembolok, lambung kelenjar, empedal berdinding tebal (lambung otot), usus halus, usus besar, dan kloaka. Pada mulut terdapat kelenjar ludah. Di antara usus halus dan usus besar, terdapat usus buntu (sekum). Aves memiliki pankreas, hati, dan empedu.
  9. Aves bersifat homoioterm karena mempertahankan suhu tubuhnya dengan bulu-bulu (bulu sebagai isolator panas). Suhu tubuh sekitar 40,5°C-42°C.
  10. Alat memiliki peredaran darah ganda, artinya dalam satu kali peredaran darah ke seluruh tubuh, darah melewati jantung dua kali.
  11. Alat ekskresi berupa ginjal metanefros dan tidak memiliki kandung kemih
  12. Sistem saraf berupa otak, dengan serebrum dan lobus optikus yang berkembang baik. Aves memiliki 12 pasang saraf kranial.
  13. Aves bersifat ovipar dan fertilisasi terjadi secara internal. Telur bercabang keras. Aves betina memiliki satu ovarium (di sebelah kiri tubuh) dan beberapa spesies mengerami telurnya.

Klasifikasi Burung (Aves)

  • Casuariiformes (kasuari), contohnya emu (Dromaius novaehollandiae) dan kasuari bergelambir ganda (Casuarius casuarius).
  • Psittaciformes (burung nuri), contohnya betet kepala biru (Pionus menstruus) dan kakatua berjambul (Cacatua galerita).
  • Galliformes (unggas), contohnya ayam buras (Gallus domesticus) dan kalkun (Meleagris gallopavo)
  • Passeriformes (burung penyanyi), contohnya jalak bali (Leucopsar rothschildi) dan beo (Gracula religiosa).
  • Ciconiiformes (burung bangau), contohnya bangau (Mycteria leucocephala) dan kuntul putih besar (Egretta alba).
  • Strigiformes (burung hantu), memiliki bulu yang sangat halus, berekor pendek, kepala besar dan bulat, mata besar mengarah ke depan yang dikelilingi piringan wajahnya, paru berkait, cakarnya tajam, dan mencari makan pada malam hari. Contohnya burung hantu hutan (Strix sp) dan Hantu sayap bundar (Urgolaux dimorpha).
  • Falconiformes (burung pemangsa), contohnya elang kepala botak (Heliacetus leucocephalus), rajawali emas (Aquila chrisaetos) dan alap-alap (Microhierax caerulescens)
  • Columbiformes (burung merpati), contohnya burung dara mahkota elok (Goura cristata) dan perkutuk (Geopelia striata).

You May Also Like