Kasuari

Kasuari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kasuari

Kasuari merupakan jenis burung besar yang tidak bisa terbang, merupakan salah satu jenis burung khas Papua, namun bisa juga di temukan di Pulau Seram, Maluku. Burung ini mempunyai habitat di daerah hutan dataran rendah termasuk di daerah rawa-rawa.

Secara tampilan fisik kasuari merupakan burung yang besar yang indah menawan, namun di balik keindahannya ternyata kasuari memilki sifat yang agresif dan galak apabila diganggu. Burung Kasuari mempunyai bentuk tumbuh yang sangat besar, kecuali ada satu jenis kasuari yang berukuran kecil (Casauarius bennetti), kasuari dewasa mempunyai ukuran tubuh mencapai 170 cm dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Burung Kasuari termasuk burung yang sangat berbahaya termasuk bagi manusia, karena memiliki tendangan dan kuku yang tajam. yang berbahaya dari burung kasuari ini adalah tendangan dari burung tersebut, bisa merebohkan manusia dewasa dengan sekali tendangan dan bisa mengakibatkan cedera serius.

Ciri-ciri umum dari kasuari :
. Memiliki ukuran tubuh yang sangat besar yang tingginya bisa mencapai 1,5
meter. Untuk burung Kasuari yang sudah dewasa tinggi badannya bisa mencapai 1,7 meter.
. Memiliki bulu yang kaku dan keras dengan yang berwarna hitam.
. Memiliki tanduk yang tinggi berwarna kecokelatan pada bagian atas kepala.
. Memiliki sayap degenerasi dengan bulu yang tidak sempurna dan terlepas yang
membuat burung ini tidak bisa terbang.
. Memiliki paruh yang besar dan kuat.
. Memiliki leher yang panjang dan kokoh.
. Burung ini sanggup berjalan dan berlari dengan cepat karena memiliki 3 buah
jari yang kokoh dengan kuku yang tajam dan menghadap ke depan.
. Untuk burung Kasuari betina hampir mirip dengan burung kasuari jantan, namun
biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari berkembang biak dengan cara bertelur, dan biasanya telur kasuari diletakan pada tanah gundul dan kasuari betina akan menjaga telur-telurnya. Pada saat musim kawin kasuari akn terlihat sering beduaan dengan pasangannya sampai saat pengeraman telur, kasuari mengerami telurnya selama kurang lebih 2 bulan.

Populasi dari burung kasuari semakin hari semakin menurun, ini disebabkan oleh karena perburuan baik untuk mendapatkan daging, bulu ataupun telurnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *