Gelatik Jawa

Gelatik – Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sudah terkenal di dunia. Indonesia termasuk negara dengan keanekaragaman flora dan fauna terbesar ketiga di dunia setelah Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Benua Afrika. Indonesia berada di daerah tropis yang mengalami penyinaran sepanjang tahun mengakibatkan Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sehingga kita patutnya bersyukur dilimpahkan keanekaragaman hayati di Nusantara.

Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia adalah keanekaragaman Fauna. Salah satu satwa atau fauna yang hidup di Indonesia adalah Gelatik. Gelatik adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil dengan panjang lebih kurang 15 cm. Di Indonesia sendiri terdapat 5 jenis buung gelatik yaitu gelatik putih, gelatik wingko, gelatik jawa, gelatik coklat dan gelatik silver. Burung gelatik adalah salah satu satwa yang masih bisa kita jumpai di sekitar kita. Namun bila kita tidak menjaga populasinya maka lambat laun burung jenis gelatik ini akan punah. Gelatik sendiri termasuk hewan kategori Apendiks II, yang berarti bahwa hewan jenis gelatik ini tidak terancam kepunahannya namun kemungkinan terancam punah dapat terjadi karena tidak dijaganya ekosistem atau populasi tidak dijaga.

Gelatik Jawa adalah salah satu jenis dari burung gelatik yang ada di indonesia. Gelatik Jawa atau juga bisa disebut dengan Java Sparrow merupakan salah satu jenis dari burung finch dan juga gelatik jawa adalah salah satu dari 10 jenis burung finch yang banyak dicari. Gelatik Jawa memiliki ciri-ciri bulu-bulunya yang sangat rapat dan halus. Hampir keseluruhan badannya berwarna abu-abu, kepala dan ekor berwarna hitam, kaki dan paruhnya merah muda dan warna putih pada pipinya. Setelah banyak breeder yang berhasil menangkarnya, baik itu breeder lokal ataupun mancanegara dari Eropa hususnya Belanda membuat burung gelatik Jawa banyak varian warnanya seperti silver, coklat, putih dan blorok. Burung jenis ini tidak hanya dicari karena penampilannya namun juga dari segi kualitas suara yang dihasilkan ketika bernyanyi atau bersuara.

Kondisi atau populasi gelatik jawa dihabitatnya sudah jarang ditemui karena dampak alih fungsi lahan dan perburuan, namun ada hal yang sedikit mengembirakan adalah menurut para breeder (Orang yang mengembang biakkan burung) bahwa gelatik jawa lebih mudah dikembangbiakkan dipenangkaran daripada burung finch lainnya.

Perbedaan jenis jantan dan betina pada gelatik jawa

  • Jantan – Fostur tubuh sedikit lebih besar dari betinanya, pangkal paruh lebih tebal dan warnanya merahnya lebih tegas, warna hitam di kepala lebih pekat, matanya terlihat lebih tajam dan bersinar, suara kicauannya lebih variatif dan lebih gacor dari betinanya.
  • Betina – Betina gelatik Jawa fosturnya terlihat lebih kecil dari sang jantan, pangkal paruh tipis dan warnanya terlihat aga pudar (tidak tegas), warna hitam di kepala agak pudar, sorot mata tidak terlalu tajam dan berbinar serta kicauannya yang monoton.

Perilakunya senang berkelompok dan cepat berpindah-pindah. Pakan utama burung ini adalah bulir padi atau beras, juga biji-bijian lain, buah, dan serangga. Burung betina menetaskan antara empat sampai enam telur berwarna putih, yang dierami oleh keduanya bergantian.

Baca juga tentang:

 

You May Also Like