Flora Dan Fauna Khas Sulawesi Utara

Flora Dan Fauna Khas Sulawesi Utara – Flora dan fauna khas Sulawesi Utara merupakan flora dan fauna khusus yang ditetapkan menjadi identitas Provinsi Sulawesi Utara. Berikut ini akan kita rangkum fauna dan flora yang merupakan khas Sulawesi Utara , antara lain :

  • Fauna Khas Sulawesi Utara :
    Image result for tarsius
    Tarsius merupakan fauna khas Sulawesi Utara. Tarsius merupakan binatang unik dan langka , selain merupakan fauna khas Sulawesi , fauna ini merupakan fauna khas provinsi Bangka Belitung juga hanya berbeda dengan jenis kelasnya.

    Tarsius yang juga disebut sebagai monyet terkecil didunia memiliki ciri – ciri antara lain , memiliki panjang skeitar 10 – 15 cm dengan berat 80 gram. Tarsius juga memiliki kepala yang unik karena mampu berputar hingga 180 derajat ke kanan dan ke kiri seperi burung hantu. Fauna ini memiliki mata yang sangat besar , ukuran mata tarsius lebih besar ketimbang ukuran otaknya. Ukuran mata yang besar itu bermanfaat bagi makhluk nokturnal sehingga mampu melihat dengan tajam dalam kegelapan malam.

    Fauna yang 1 ini biasanya hidup di hutan – hutan yang ada di Sulawesi Utara hingga Sulawesi selatan , juga di pulau – pulau sekitar sulawesi seperti Suwu , Selayar , Siau , Sangihe dan peleng. Di taman nasional Bantimurung Bulusaraung , Sulawesi selatan , tarsius lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan “balao cengke” atau “tikus jongkok” jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Hewan ini menghabiskan sebagian besar hidupnya diatas pohon. Hewan ini menandai pohon daerah teritori mereka dengan urine. Tarsius berpindah tempat dengan cara melompat dari pohon ke pohon dengan lompatan hingga sejauh 3 meter.

  • Flora Khas Sulawesi Utara :
    Image result for Langusei
    Langusei merupakan tumbuhan yang menjadi flora khas Sulawesi. Pohon yang masih berkerabat dengan beringin ini memiliki bunga yang berbentuk bongkol sehingga menyerupai buah. Bunga ini tersusun menjurai kebawah sepanjang hingga satu meter. Pohon Langusei merupakan tumbuhan yang sering disebut juga mahangkusei , tambing – tambing werenkusei dan tulupow. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Fig Tree. Sedangkan Ficus minahassae merupakan nama latin dari tumbuhan ini.

    ciri – ciri dari flora khas sulawesi utara ini antara lain , memiliki ukuran sedang dengan tinggi sekitar 15 meter. Pohon ini rindang karena memiliki banyak cabang dan lebat. Daun tumbuhan langusei berukuran kecil berbentuk bulat telur dengan ujung lancip. Perbungaannya muncul dari batangnya , sering dimulai dari dekat tanah sampai pada cabang – cabang utamanya. Bunga ini tersusun menjuntai ke bawah dengan panjang mencapai 1 meter lebih. Bunga – bunga langusei membentuk bongkol sehingga nampak seperti buahnya. Bunganya ada di dalam dan bisa tampak bila dipotong secara melintang. Buah ini tidak akan gugur hingga buah tersebut masak. Di dalam buah tersebut terdapat bijinya yang kecil – kecil.

    Manfaat dari buah ini yang dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi utara sejak dulu , diantaranya bagian yang dimanfaatkan seperti kayu yang sering dijadikan bahan membuat pakaian maupun tali karena serat yang lembut dan halus namun ulet dan kuat. Daun ini dipergunakan sebagai campuran obat. Buahnya juga sering digunakan sebagai campuran minuman tradisional.

You May Also Like