Flora Dan Fauna Khas Maluku

Flora Dan Fauna Khas Maluku – Flora dan fauna khas Maluku merupakan flora dan fauna khusus yang ditetapkan menjadi identitas Provinsi Maluku. Berikut ini akan kita rangkum fauna dan flora yang merupakan khas Maluku , antara lain :

  • Fauna Khas Maluku :
    Image result for burung nuri raja ambon
    Burung Nuri Raja Ambon merupakan fauna khas Maluku. Burung berparuh bengkok yang sering disebut Nuri Raja ini merupakan burung yang mempunyai bulu indah meskipun terkesan norak. Burung ini dalama bahasa inggris dikenal dengan Moluccan King Parrot , Ambon King Parrot , atau Amboina King Parrot. Dalam bahasa latin burung ini disebut Alisterus amboinensi.

    Ciri – ciri dari fauna khas Maluku ini antara lain , burung ini memiliki penampilan yang khas. Burung ini memiliki badan sepanjang 35 cm memiliki bulu yang semarak dan mencolok dengan kombinasi warna merah , hijau dan biru. Bulu pada kepala dan dada burung Nuri Raja Ambon berwarna merah. Sayapnya berwarna hijau , sedangkan bagian punggung bagian atas berwarna biru menyala dan ekor warna biru atau biru keunguan atau biru kethitaman. Burung ini hidup berpasangan atau berkelompok kecil dengan suata kicauan yang agak ricuh. Burung ini mengkonsumsi buah , biji , madu , dan pucuk tanaman, Burung ini tinggal di lubang- lubang pada pohon. Perkawinan terjadi sekitar pada bulan Februari hingga Maret.

    Burung ini dapat ditemui di hutan – hutan hujan dataran rendah dan perkebunan hingga ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut. Populasi burung berbulu indah dan mencolok ini di alam diperkirakan masih banyak dan dalam IUCN redlist burung ini dalam status Least Concern dengan status Hampir Terancam. Burung ini diperkirakan terancam karena habitatnya yang rusak. Menyempitnya luas hutan dan kerusakan hutan , serta perburuan liar untuk diperdagangkan.

  • Flora Khas Maluku :
    Image result for Anggrek Larat
    Anggrek Larat merupakan flora khas Maluku. Anggrek ini merupakan satu dari 12 spesies anggrek langka yang dilindungi di Indonesia. Anggrek ini dinamakan anggrek larat karena pertama kali ditemukan di pulau larat. Namun lantaran keindahannya itu , semakin hari anggrek larat semakin langka di habitat aslinya.

    Ciri – ciri dari flora khas Maluku ini antara lain , memiliki panjang daunnya kira – kira 12 cm dengan lebar kira – kira 2 cm. Bunga Anggrek larat ini berwarna keunguan pucat hingga ungu tua. Tersusun dalam bentuk tandan yang tumbuh pada buku – buku batangnya , agak menggantung panjang tandan bunga kurang lebih 60 cm dengan jumlah bunga tiap tandan 6-25 kuntum. Masing – masing bunga bergaris tengah kurang lebih dari 6 cm. Daun kelopka berbentuk lanset , berwarna keunguan. Daun mahkota lebih pendek tetapi lebih lebar dari pada Kelopakya. Pangkalnya sempit dengan ujungnya runcing dan berwarna keunguan. Bibir bertajuk tiga membentuk corong dengan tajuk tengahnya yang lebar , runcing atau meruncing. Buah berbentuk jorong , panjang 3.2 cm namun bunganya jarang. Bunga ini tumbuh baik di daerah panas pada ketinggian antara 0-150 meter diatas permukaan laut. Di habitat aslinya , anggrek ini tumbuk pada pohon – pohon dan karang – karangan kapur yang mendapat sinar matahari cukup.

    Anggrek Larat pernah menjadi sangat terkenal di kalangan para pecinta Anggrek. Anggrek ini di habitat aslinya semakin langak dan terancam punah. Bunga ini kemudian ditetapkan menjadi tanaman yang dilindungi di Indonesia berdasarkan peraturan pemerintah no 7 tahun 1999.

You May Also Like