Flora Dan Fauna Khas Kepulauan Riau

Flora Dan Fauna Khas Kepulauan Riau – Flora dan fauna khas Kepulauan Riau Kepulauan Riau merupakan flora dan fauna khusus yang ditetapkan menjadi identitas Provinsi Kepulauan Riau. Berikut ini akan kita rangkum fauna dan flora yang merupakan khas Kepulauan Riau , antara lain :

  • Fauna khas Kepulauan Riau :
    Image result for Kakap Merah
    Kakap merah merupakan fauna khas kepulauan Riau. Ikan yang mempunyai sisik berwarna merah ini juga merupakan ikan yang banyak menempati perairan laut Indonesia ini , juga merupakan salah satu favorit pemancing ikan di Indonesia.Ciri – ciri dari fauna yang satu ini antara lain , memiliki ukuran rata – rata 4- 10 kg , memiliki sisip merah , dan lebih besar.Walaupun berasal dari kepulauan Riau , namun kakap merah juga bisa kita jumpai di daerah lain di Indonesia. Nama kakap merah di daerah lain yang telah kami rangkum , antara lain :
    – Jawa Tengah dan Jawa Timur: Kellet, Darongan, Bambangan
    – Jawa Barat dan Jakarta: Kakap Merah, Ikan Merah, Bambangan
    – Madura: Posepa- Bangka: Bran, Bambang
    – Sulawesi Selatan: Bambangan, Bacan, Delise
    – Sulawesi Tenggara: Langgaria, Gacak
    – Sulawesi Utara: Lolise
    – Ambon (Maluku): Delis, Sengaru, Rae
    – Seram (Maluku): Popika
  • Flora Khas Kepulauan Riau :
    Image result for tanaman sirih
    Sirih adalah tanaman yang tumbuh di Indonesia yang tumbuh bersandar pada batang pohon lain. Selain budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir , pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Sirih merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat dan sangat berperan dalam kethidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.Tanaman Sirih memiliki ciri – ciri antara lain , tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15m. Barang sirih berwarna coklat kehijauan , berbentuk bulat , beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung , berujung runcing , tumbuh berselang -s eling , bertangkai , dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebar 2-5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung kurang lebih 1mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 – 6cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu – abuan.Daun sirih memiliki manfaat yang baik dalam kehidupan sehari – hari. Minyak atsiri yang berasal dari daun sirih ini mengandung minyak terbang , seskuiterpen , pati , diatase , gula dan zat samak serta kavikol yang memiliki daya mematikan kuman , antioksidasi dan fungisida , anti jamur. Daun sirih ini juga bisa menahan pendarahan , menyembuhkan luka pada kulit dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan , mengeluarkan dahak , dan meluruhkan ludah. Biasanya untuk obat hidung berdarah , dipakai 2 lembar daun , dicuci , digulung kemudian dimasukan kedalam lubang hidung. Kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.

You May Also Like