Flora Dan Fauna Khas Jakarta

Flora Dan Fauna Khas Jakarta – Flora dan fauna khas Jakarta merupakan flora dan fauna khusus yang ditetapkan menjadi identitas Provinsi Jakarta. Berikut ini akan kita rangkum fauna dan flora yang merupakan khas Jakarta , antara lain :

  • Fauna Khas Jakarta :
    Image result for Elang Bondol
    Elang Bondol merupakan salah satu jenis elang yang dapat dijumpai di Indonesia. Elang Bondol kadang disebut juga sebagai Lang Lang Merah atau Elang Tembikar. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Brahminy Kite atau Red-backed Sea-eagle. Sedangkan nama ilmiah hewan ini adalah (Haliastur indus )yang bersinonim dengan Falco indus.Elang Bondol sebagai maskot kota Jakarta, pastinya sudah diketahui oleh semua warga kota Jakarta. Bahkan bus transjakarta pun turut menggunakan gambar burung Elang Bondol (dengan mencengkeram Salak Condet) sebagai logo yang terpasang di setiap bisnya. Namun bagi yang memperhatikan pastinya juga akan mafhum jika semakin hari, Sang Maskot Kota Jakarta, Elang Bondol, semakin sulit dijumpai dan langka. Sama halnya dengan Salak Condet (Salacca Edulis Cognita) yang menjadi Flora Identitas Jakarta, Fauna Identitas ini juga hampir mengalami kepunahan.Burng ini dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua. Habitat utama burung Elang bondol adalah daerah pesisir pantai, hutan mangrove, rawa-rawa, dan danau di daerah dataran rendah hingga ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut. Di Jakarta sendiri Elang Bondol dapat ditemui di gugusan Kepulauan Seribu yang merupakan wilayah Kabupaten Administratif dari Jakarta
  • Flora Khas Jakarta :
    Image result for salak condet
    Salak Condet atau Salacca Edulis Cognita adalah salah satu jenis buah yang sangat terkenal dari Jakarta. Salak condet sendiri memiliki nama belakang Condet karena banyak tumbuh dan tersebar di daerah Condet. Tepatnya di sekitar Kelurahan Balekambang, kelurahan Batu Ampar dan Kelurahan Gedong, Jakarta Timur. Faktanya, hingga saat ini Salak Condet masih digunakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai lambang resmi daerah bersama dengan Elang Bondol yang terlihat sedang mencengkram Salak Condet pada lambang tersebut. Salak yang juga terlihat pada Brand Logo transjakarta ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terancam mengalami kepunahan. Tidak jelas berapa sisa dari salak Condet tersebut. Data empiris memperlihatkan bahwa di tiga kelurahan tersebut sudah bukan lagi menjadi lahan yang memadai bagi tumbuhan termasuk bagi Salak Condet. Tata kelola lahan yang tidak seimbang antara lahan tutupan dengan lahan produktif bagi tanaman menjadi akar permasalahannya. Sebagian besar lahan di wilayah Kelurahan Balekambang, Kelurahan Batu Ampar dan Kelurahan Gedong telah dimanfaatkan sebagai lahan perumahan penduduk.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *