Cenderawasih mati-kawat

Cenderawasih mati-kawat

Cenderawasih mati-kawat (nama ilmiah: Seleucidis melanoleucus) adalah burung Cenderawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus tunggal Seleucidis. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam mengilap, pada bagian sisi perutnya dihiasi bulu-bulu berwarna kuning dan dua belas kawat berwarna hitam. Burung ini berparuh panjang lancip berwarna hitam dengan iris mata berwarna merah. Burung betina berwarna coklat, berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi bulu-bulu berwarna kuning ataupun kedua belas kawat di sisi perutnya.

Cenderawasih mati-kawat ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Papua. Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di suku Paradisaeidae, Cenderawasih Mati-kawat adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan keduabelas kawat pada ritual tariannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cenderawasih Mati-kawat terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Burung Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis melanoleuca) ditetapkan menjadi Fauna Identitas provinsi Papua. Dan beberapa jenis seperti Cendrawasih Raja, Cendrawasih Botak, Cendrawasih Merah, Toowa, dan Cendrawasih Kuning Kecil, telah masuk dalam daftar jenis satwa yang dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 Tahun 1999, Sayangnya populasi burung Cendrawasih semakin hari semakin terancam dan langka akibat perburuan dan perdagangan liar yang terus berlangsung.

Keindahan bulu burung Cenderawasih jantan sering digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis. Tiap jenis cenderawasih memiliki jenis tarian yang berbeda satu dengan yang lainnya. Cenderawasih betina cenderung berukuran lebih kecil dengan warna bulu yang tidak seindah dan sesemarak warna cenderawasih jantan. Namun karena keindahan bulunya membuat banyak pihak tidak bertanggung jawab menjual burung Cendrawasih ke Luar Negeri untuk kebutuhan fashion.

Ada beberapa upaya / kebijakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, antara lain:
1. Melakukan konservasi / perlindungan jenis terhadap semua populasi burung Cenderawasih melalui kegiatan penangkaran.
2. Perlindungan habitat / semua yang telah ditemukan.
3. Melarang aktivitas penebangan liar yang bias mengancam habitatnya.
4. Melakukan upaya perlindungan dan pengamanan untuk mengurangi ancaman terhadap populasi Cenderawasih.
5. Sosialisasi dan publikasi serta penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi.
6. Melakukan upaya pemantauan dan pengelolaan jangka panjang bersama pemerintah, masyarakat, dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Cenderawasih Mati-kawat dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *