Burung Kehicap

Burung Kehicap

Burung Kehicap

Burung Kehicap –¬†Burung kehicap atau Monarcha sacerdatum merupakan burung endemik yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Panjang tubuh sekitar 15,5 cm dengan bagian tubuh atas hitam keabu-abuan. pada bagian sayap dan ekor, namun sedikit lebih gelap. Sedangkan bulu luar ekor berwarna putih. Bagian muka berwarna hitam, dahi, tenggorokkan, dan bagian bawah tunuh berwarna putih.

Kehicap flores merupakan burung asli yang adalah endemik Indonesia. Spesies diurnal yang cantik serta bersifat teritorial ini cuma mampu dijumpai di hutan hujan primer yang terdapat di Flores barat daya, Nusa Tenggara Timur. Di habitatnya, kehicap flores umum dijumpai bersama-sama yang dengannya jenis burung lain-lainnya disaat mencari makan, lebih-lebih opior jambul serta opior paruh tebal.
Walau salah satunya jarang berkicau, akan tetapi suaranya cukup khas. Bunyi kicauannya berupa siulan serta dentingan yang bervariasi serta makin meninggi, terkadang disertai yang dengannya ocehan-ocehan lembut. Populasi burung endemik pulau Flores ini tercantum sekitar 2.500 – 10.000 ekor burung dewasa, akan tetapi jumlah yang telah di sebutkan terus mengalami penurunan yang penyebabnya yaitu oleh hilangnya tempat asli akibat degradasi hutan serta alih fungsi hutan.

Pulau Flores oleh pengamat burung internasional memasukan sebgai tempat pengamatan burung terbaik, Pulau Flores sangat indah dan sejuk, tempatnya ini cocok bagi burung sebaran terbatas dan burung-burung yang lain. Namun dari pemerintah setempat belum bisa memaksimalkan potensi yang ada sebagai wilayah konservasi untuk hewan-hewan endemik. Namun dengan populasi yang semakin menurun karena habitat yang rusak dan perburuan liar membuat populasi semakin menurun, namun sangat disayangkan karena burung ini belum masuk kedalam daftar hewan yang terancam punah.

Menurut IUCN telah memasukkan burung Kehicap sebagai spesies endangered sejak tahun 2012. Pertimbangannnya adalah daerah sebaran burung langka ini yang sangat terbatas (hanya di bagian barat daya pulau Flores). Juga lantaran terus berlangsungnya fragmentasi dan hiangnya hutan yang mengakibatkan penurunan populasi burung ini. Banyak pengamat burung berharap dengan semakin berkurang populasi burung Kehicap dengan sebaran yang terbatas dan habitat yang semakin hilang dan juga karena perburuan liar, untuk cepet mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera memasukan jenis burung ini sebagai burung yang di lindungi dan terancam punah terutama untuk wilayah Pulau Flores yang menjadi salah satu tempat pengamatan burung terbaik di dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *