Badak Sumatera

Badak sumatera merupakan satu-satunya spesies yang terlestarikan dari genus Dicerorhinus. Badak Sumatera adalah badak yang memiliki ukuran terkecil dibandingkan semua sub-spesies badak di dunia, meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar. Populasi terbesar dan mungkin paling memadai untuk berkembang biak (viable) saat ini terdapat di Sumatera, sementara populasi yang lebih kecil terdapat di Sabah dan Semenanjung Malaysia. populasinya di alam saat ini diperkirakan kurang dari 300 ekor.

Sebagian besar masa hidupnya, badak sumatera merupakan hewan penyendiri, kecuali selama masa kawin dan memelihara keturunan. Mereka merupakan spesies badak yang paling vokal dan juga berkomunikasi dengan cara menandai tanah dengan kakinya, memelintir pohon kecil hingga membentuk pola, dan meninggalkan kotorannya.

Badak sumatera hidup di hutan pegunungan, rawa, dan hutan hujan sekunder di dataran rendah maupun dataran tinggi. Badak tersebut mendiami daerah perbukitan yang dekat dengan air, terutama di bagian atas lembah-lembah yang curam dengan semak belukar yang sangat banyak.

Perburuan liar badak sumatera menimbulkan keprihatinan, sebab harga culanya diperkirakan mencapai US$ 30.000 per kilogram.[22]:31 Spesies ini telah diburu secara berlebihan selama berabad-abad, sehingga membuat populasinya sangat berkurang dan masih mengalami penurunan hingga sekarang

WWF bekerja di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang berlokasi di Propinsi Lampung dan Bengkulu dan merupakan salah satu dari areal konservasi penting bagi Badak Sumatera yang tersisa di Sumatera. Diperkirakan sekitar 60-80 ekor badak Sumatera berada di taman nasional tersebut dan merupakan populasi terbesar kedua di dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *