Badak Jawa

Badak Jawa – Badak jawa atau yang biasa dikenal dengan badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,1 – 3,2 m dan tingi 1,4 – 1,7 m. Dibandingkan dengan badak india , badak ini memiliki ukuran yang lebih kecil. Badak ini memiliki cula yang kurang lebih 20 cm.

Meskipun disebut dengan sebutan badak jawa , badak ini hidup menyebar diseluruh Nusantara , sepanjang Asia Tenggara dan di India serta di Tiongkok. Spesies ini kini statusnya snagat kritis , dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan dialam bebas , dan tidak ada dikebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Namun di Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa , Indonesia , kita dapat menemukan populasi 40 – 50 badak yang hidup disini. Berkurangnya populasi badak ini juga disebabkan kehilangan habitat , terutama adalah yang diakibatkan oleh perang.

Jika kalian ingin melihat badak ini kalian dapat menemukannya di Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di ujung barat pulau Jawa dan Taman nasional Cat Tien yang terletak sekitar 150 km sebelah utara Kota Ho Chi Minh , Vietnam. Karena binatang ini pernah menyebar dari Assam dan Benggala ke arah timur sampai Myanmar , Thailand , Kamboja , Laos , Vietnam dan ke arah selatan di semenanjung Malaya , serta pulau Sumatera , jawa dan Kalimantan.

Sifat badak jawa ini adalah binatang yang tenang dengan pengecualian ketika mereka berkembang biak dan apabila seekor inang mengasuh anaknya. Kadang – kadang mereka akan berkeumun dalam kelompok kecil di tempat mencari mineral dan kubangan lumpur. Berkubang di lumpur adalah sifat umum semua badak untuk mejaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit. Badak jawa tidak menggali kubangan lumpurnya sendiri dan lebih suka menggunakan kubangan binatang lainnya atau lubang yang muncul secara alami , yang akan menggunakan culanya untuk memperbesar.

Badak jawa ini termasuk hewan herbivora dan makan bermacam – macam spesies tanaman , terutama tunas , ranting , daun-daunan muda dan buah yang jatuh. Kebanyakan tumbuhan disukai oleh spesies ini tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari , pada pembukaan hutan , semak – semak , dan tipe vegetasi lainnya tanpa pohon besar. Badak menjatuhkan pohon muda untuk mencapai makanannya dan mengambilnya dengan bibir atasnya yang dapat memegang. Badak jawa adalah pemakan yang paling dapat beradaptasi dari semua spesies badak. Badak diperkirakan makan 50 kg makanan per hari. Seperti badak sumatera , spesies badak ini memerlukan garam untuk makanannya. Tempat mencari mineral umum tidak ada di Ujung Kulon , tetapi badak jawa terlihat minum air laut untuk nutrisi yang dibutuhkan.

Badak jawa ini merupakan status konservasi yang terancam punah. Sehingga Pemerintah sedang menyiapkan kawasan Taman Nasional Halimun di Gunung Salak , Jawa Barat sebagai habitat kedua dari fauna ini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *