Penyu Belimbing

Penyu Belimbing – Penyu belimbing (Dermochelys Coriacea) adalah sejenis penyu raksasa dan satu – satunya jenis dari suku Demochelyida yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. Penyu belimbing dikenal oleh beberapa masyarakat dengan sebutan penyu raksasa , kantong , atau mabo. Sedangkan dalam bahasa inggris adalah Leatherback sea turtle.

Jenis penyu ini mudah diidentifikasi dari karapaksnya yang berbentuk garis – garis seperti buah belimbing. Karapaks ini tidak ditutupi oleh tulang , namun hanya ditutupoi oleh kulit dan daging berminyak. Bentuk kepala dari penyu belimbing kecil , bulat dan tanpa adanya sisik – sisik seperti halnya penyu yang lain. Mempunyai paruh yang lemah , tetapi berbentuk tajam , tidak punya permukaan penghancur atau pelumat makanan. Bentuk tubuh penyu jantan dewasa lebih pipih dibandingkan dengan penyu betina , plastron mempunyai cekungan ke pipih dibandingkan dengan penyu betina , plastron mempunyai cekungan ke dalam , pinggul menyempit dan corseletnya tidak sedalam pada penyu betina. Di bagian atas dengan bercak – bercak putih dan putih dengan bercak hitam dibagian bawah. Berat penyu ini dapat mencapai 700 kilogram dengan panjang dari ujung ekor sampai dengan moncongnya bisa mencapai lebih dari 305 cm. Penyu ini bergerak sangat lambat di daratan kering , namun ketika berenang merupakan reptil tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 35 km per jam.

Jika kalian ingin melihat penyu jenis ini kalian dapat melihatnya di perairan tropis , subtropis , dan infratropis di Samudera Hindia , Samudra Pasifik , dan Samudera Atlantik , karena penyu jenis ini telah menyebar sangat luas di dunia. Populasi ini paling besar terdapat di seluruh perairan tropis Indo – Australia.

Makanan utama hewan ini adalah ubur – ubur. Penyu belimbing selalu bermigrasi dari pantai satu ke pantai lain untuk mecari sarang. Masa migrasi hewan yang satu ini antara dua sampai dengan tiga tahun dengan istirahat antara sembilan sampai dengan sepuluh hari. Jumlah sarang yang dibuatnya setiap musim mencapai 6 sarang. Telur yang dihasilkan antara 80 – 100 butir. Dalam perjalanan hidupnya , hanya sedikit anak penyu yang bisa bertahan sampai dewasa karena banyaknya bahaya di laut bagi bayi penyu yang baru menetas.

Penyu ini sekarang menjadi sangat langka. Di Indonesia, penyu ini merupakan hewan yang dilindungi atau tidak boleh diburu sejak tahun 1987 berdasarkan keputusan menteri pertanian No.327 / Kpts /UM / 5 / 1978.

You May Also Like