Burung Maleo

burung maleo

Burung Maleo

 

Burung ini merupakan burung endemik dari pulau Sulawesi, merupakan salah satu jenis burung yang sangat unik dari berbagai jenis burung yang ada di dunia. Maleo merupakan jenis burung yang tidak mengerami telurnya, maleo mengandalkan panas bumi untuk menetaskan telurnya, jadi pada waktu bertelur maleo akan menggali lubang sedalam 50 cm sampai 1 meter untuk meletakan telurnya. keunikannya yang lain adalah ukuran telurnya yang sangat besar, besar telur kira-kira 5 hingga 8 kali telur ayam biasa ini akan menjadi kontras dengan ukuran badan dari burung maleo itu sendiri. Anak burung maleo pada saat menetas sudah mandiri, anak maleo akan berjuang untuk keluar dari lubang tempat telur di erami dan setelah berhasil keluar anak maleo sudah mandiri dengan mencari makan sendiri dan bisa melindungi diri dari predator, itulah keunikan burung maleo dari jenis burung yang lain.

Masih dalam perdebatan asal-usul dari burung maleo ini, apakah memang berasal dari pulau Sulawesi masih belum jelas. ada beberap teori yang mengatakan bahwa nenek moyang maleo berasal dari Australia dan teori kedua bahwa nenek moyang maleo berasal dari Asia Tenggara sebelum tiba di Australia.

Burung Maleo atau yang bernama latin Macrocephalon maleo memiliki ciri-ciri fisik seperti bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan, yang membedakan jantan dan betina hanya lah ukuran tubuh, jantan lebih besar dari daripada betina.

burung maleo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekarang ini burung eksotik sekarang ini sudah terancam punah, Habitat dari burung ini mulai terganggu oleh kegiatan manusia, mengakibatkan tingkat kematian dari anak burung ini sangat tinggi, banyak pula perburuan untuk daging dan telur yang cukup besar untuk di konsumsi. populasi maleo sejak tahun 1950-an mengalami penurunan sebesar 90%, sekarang banyak sekali usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat untuk melestarikan keberadaan dari burung maleo.
Dengan meningkatkan kesadaran mengenai satwa yang baik dalam masyarakat, pemerintah dan saling berkerja sama menjaga lingkungan dan habitat pelestarian terhadap burung maleo akan berjalan dengan baik.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *